KUALA LUMPUR,METROSELEBES.COM- Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, mengatakan bahwa ia membahas insiden penembakan pesawat Malaysia Airlines Penerbangan MH17 dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin. saat kunjungannya ke Moskow, beberapa hari setelah laporan PBB menyatakan Rusia bertanggung jawab atas tragedi tersebut.
Baca Juga: 3 Ribu Rumah untuk Pejuang Lapangan: Terobosan Sunyi yang Mengubah Hidup
Sebuah dewan penerbangan PBB (International Civil Aviation Organization/ICAO) menyimpulkan pekan ini bahwa Rusia bertanggung jawab atas jatuhnya MH17, yang ditembak jatuh di wilayah timur Ukraina pada tahun 2014, di tengah konflik antara separatis pro-Rusia dan pasukan Ukraina.
Moskow menolak temuan dewan ICAO mengenai kecelakaan yang menewaskan seluruh 298 penumpang dan awak, dengan menyebut keputusan tersebut bias.
Baca Juga: Australia dan Indonesia Perkuat Kerja Sama Strategis Lewat Pertemuan Albanese–Prabowo
Anwar dalam sebuah unggahan di Facebook pada Rabu malam menyatakan bahwa ia akan terus mendorong akuntabilitas atas tragedi tersebut.
"Malaysia tetap teguh dalam memastikan adanya pertanggungjawaban dan penyelesaian yang adil bagi para korban serta keluarga mereka yang masih menanggung beban tragedi ini," tulisnya.
Anwar menyebutkan bahwa dalam pertemuannya, Putin menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban yang tewas, termasuk 196 warga Belanda, 43 warga Malaysia, dan 38 warga negara atau penduduk Australia.
Putin menyerukan adanya penyelidikan yang menyeluruh dan tidak dipolitisasi, kata Anwar.
"Saya menyampaikan bahwa ini adalah laporan yang dibuat oleh ICAO, dan beliau (Putin) menjawab bahwa sejak awal, dirinya telah meminta agar penyelidikan dilakukan secara independen dan menyeluruh."
Baca Juga: 100 Slop Rokok Jemaah Haji Disita di Bandara Madinah, Berpotensi Kena Denda Besar