internasional

Ketika Damai Hanya Sebuah Janji: Kisah Warga Kashmir yang Terlupakan

Senin, 12 Mei 2025 | 12:08 WIB
Seorang penduduk desa Kashmir memeriksa rumahnya yang rusak setelah penembakan dari Pakistan semalam di desa Gingal, di Uri, Kashmir yang dikelola India, Jumat, 9 Mei 2025, Source FOTO: Al Jazeera

 

Di tengah rasa lega setelah diumumkannya gencatan senjata, muncul serangan lanjutan. Pada malam 10 Mei, drone kembali melintas dan serangkaian ledakan terdengar di beberapa kota besar, mengguncang keyakinan warga akan perdamaian yang baru seumur jagung.

 Baca Juga: Ketegangan Memuncak, India dan Pakistan di Ambang Perang Terbuka

Di kota perbatasan Uri, penderitaan lebih terasa. Tempat yang dulu dikenal dengan kebun kenari dan pir kini berubah menjadi zona konflik aktif. Seorang perempuan bernama Nargis Bashir tewas ketika mobil yang ia tumpangi bersama keluarga dihantam serpihan peluru. Tiga anggota keluarganya luka-luka.

 

“Salah satu sisi rumah saya hancur karena serpihan artileri,” ujar Muhammad Naseer Khan (60), mantan tentara yang tinggal di dekat pos militer. “Anak-anak saya menolak pulang. Mereka tak yakin bahwa tembakan tidak akan terdengar lagi.”

 Baca Juga: 25 Drone India Ditembak Jatuh, Pakistan Siap Balas Serangan

Harga Damai yang Terlalu Mahal

 

Uri adalah salah satu wilayah termiskin di Kashmir. Tak seperti kawasan lain yang mengandalkan pertanian apel, warga Uri menggantungkan hidup pada pekerjaan musiman dan beternak. Ketika perang membayangi, ternak menjadi alasan utama beberapa warga bertahan, seperti yang dilakukan Suleman Sheikh (28), yang menolak mengungsi demi menjaga hewan peliharaannya.

 

Namun, rumahnya hancur akibat tembakan meriam.

 Baca Juga: RI Desak India-Pakistan Tahan Diri, Rudal Ditembakkan, Korban Berjatuhan

“Dulu kakek saya bilang, jika meriam Bofors di Mohra kembali menembak, berarti akan terjadi sesuatu yang sangat buruk. Dan itu yang terjadi dini hari tanggal 8 Mei,” ujarnya.

 

Halaman:

Tags

Terkini