internasional

India dan Pakistan di Ambang Bencana: Akankah Nuklir Jadi Pilihan?

Sabtu, 10 Mei 2025 | 20:38 WIB
Rudal balistik Hatf-II Abdali yang berkemampuan nuklir melaju dengan peluncur bergeraknya selama parade Hari Nasional Pakistan di Islamabad pada tanggal 23 Maret 2007 [FILE: Mian Khursheed/Reuters. Source FOTO: Al Jazeera

JAKARTA,METROSELEBES.COM-Dunia menyaksikan dengan cemas saat dua negara bersenjata nuklir, India dan Pakistan, semakin mendekati ambang perang terbuka. Setelah saling tuding dan saling serang sejak serangan mematikan pada 22 April di Kashmir yang disengketakan, kedua negara kini saling meluncurkan rudal dan drone, memunculkan kekhawatiran terbesar: bisakah perang ini berubah menjadi konflik nuklir?

Baca Juga: India Dan Pakistan Di Ambang Perang Terbuka, Wilayah Udara Ditutup Usai Serangan Rudal

Dari Serangan ke Eskalasi: Bagaimana Semua Dimulai

 

Segalanya bermula dari serangan brutal terhadap rombongan wisatawan di Pahalgam, wilayah Kashmir yang dikuasai India. Sebanyak 25 orang termasuk seorang pemandu lokal tewas. India menuduh kelompok The Resistance Front (TRF) sebagai pelaku, yang kemudian dikaitkan dengan kelompok militan Pakistan, Lashkar-e-Taiba.

 

Pakistan membantah keras keterlibatan, tetapi India membalas dengan serangkaian tindakan diplomatik dan militer. Perjanjian air dibatalkan, diplomat diusir, dan pada 7 Mei, India menyerang wilayah Pakistan menggunakan rudal, mengklaim menghantam “infrastruktur teroris.” Pakistan menyatakan puluhan warga sipil tewas, termasuk anak-anak.

Baca Juga: Bara Lama Menyala Lagi: Krisis India-Pakistan Mengancam Perang Besar

Dalam dua hari berikutnya, kedua negara saling tuduh meluncurkan drone dan rudal lintas batas. Hingga puncaknya, pada 10 Mei dini hari, Pakistan mengklaim India menyerang tiga pangkalan militer utamanya—dan mereka membalas dengan menyerang tujuh pangkalan India. India belum memberi pernyataan resmi atas tuduhan ini.

 

Kekuatan Nuklir Masing-Masing

 

Baik India maupun Pakistan adalah negara bersenjata nuklir sejak 1998. India memiliki lebih dari 180 hulu ledak nuklir, dengan teknologi peluncuran dari darat, laut, dan udara. Pakistan memiliki lebih dari 170 hulu ledak dan didukung teknologi militer dari China, dengan fokus pada rudal jarak pendek hingga menengah.

 

Halaman:

Tags

Terkini