IDF mengumumkan bahwa jumlah prajurit yang tewas mencapai 445 orang, termasuk 119 perwira, sejak dimulainya operasi Badai Al-Aqsa pada 7 Oktober 2023.
Di sisi lain, Hamas juga menyerang kapal-kapal kargo yang berlayar di Laut Merah dengan rudal balistik.
Salah satu kapal yang diserang adalah kapal berbendera Liberia, MSC Palatium 3, yang terbakar hebat dan kehilangan satu kontainer yang jatuh ke laut.
Serangan ini diduga dilakukan oleh kelompok Houthi, yang merupakan sekutu Hamas di Yaman.
Seorang pejabat AS yang melaporkan serangan ini mengatakan bahwa rudal Houthi ditembakkan dari wilayah Yaman yang dikuasai oleh kelompok tersebut.
Pejabat AS juga mengidentifikasi kapal yang diserang sebagai kapal yang menuju ke Israel.
Kapal ini dioperasikan oleh perusahaan Jerman, Habak Liot, yang belum memberikan komentar tentang insiden ini.
Belum diketahui apakah ada korban jiwa atau cedera di antara awak kapal.
Serangan-serangan Hamas ini memicu kemarahan dan protes dari warga Israel, khususnya keluarga dan kerabat korban.
Pada Jumat malam, ratusan orang berkumpul di depan markas IDF dan melakukan demonstrasi yang ricuh.
Mereka memblokir jalan-jalan dan menuntut pertanggungan jawab IDF atas kesalahan penembakan terhadap tiga sandera warganya sendiri.
Mereka juga mengecam IDF atas kegagalannya dalam mengatasi Hamas di Gaza. Demonstrasi ini berlangsung hingga larut malam dan diwarnai dengan bentrokan antara pendemo dan polisi.***