Sejak saat itu, konflik antara Hamas dan Israel sering kali melibatkan serangan roket dari Gaza ke wilayah Israel.
Hamas menolak untuk mengakui eksistensi negara Israel dan secara keras menentang perjanjian perdamaian Oslo yang disepakati antara Israel dan PLO pada pertengahan 1990-an.
Piagam pendirian Hamas pada tahun 1988 menyatakan bahwa kelompok tersebut berkomitmen untuk membebaskan Palestina dari pendudukan Israel.
Meskipun berbasis di Gaza, Hamas memiliki pendukung di seluruh wilayah Palestina dan pemimpin-pemimpinnya tersebar di berbagai negara di Timur Tengah.***