Inti berita:
• Toko Emas Dua-Dua Makassar menggelar undian berhadiah untuk menarik pembeli di tengah lesunya perdagangan emas Somba Opu sejak 2025.
METROSELEBES.com, MAKASSAR – Etalase emas di Jalan Somba Opu, Makassar, masih dipenuhi perhiasan dengan berbagai model. Namun, di tengah kawasan yang dikenal sebagai salah satu sentra perdagangan emas tersebut, pedagang mengakui pembeli tidak lagi seramai sebelumnya. Kondisi itu mendorong sejumlah toko mencari cara untuk kembali menarik perhatian konsumen.
Salah satu yang mencoba mendongkrak minat pembeli ialah Toko Emas Dua-Dua. Toko tersebut menggelar program undian berhadiah bagi konsumen yang melakukan transaksi dengan nilai minimal Rp5 juta. Setiap pembeli yang memenuhi ketentuan akan mendapatkan kupon untuk mengikuti pengundian.
Program tersebut dijadwalkan memasuki tahap pengundian pada September 2026. Hadiah yang disiapkan cukup beragam, mulai dari satu unit motor listrik, kulkas, mesin cuci hingga sejumlah hadiah menarik lainnya. Strategi ini menjadi cara toko memberikan daya tarik tambahan bagi konsumen yang datang berbelanja.
Salah seorang karyawan Toko Emas Dua-Dua yang enggan disebutkan namanya mengatakan program tersebut sengaja diberikan sebagai bagian dari upaya menarik konsumen. Menurutnya, hadiah yang ditawarkan dalam undian bukan berasal dari pemilik toko, melainkan disediakan oleh sponsor.
Baca juga: Bentrokan Pecah di Pejompongan, Polisi Tembakkan Gas Air Mata Bubarkan Massa
“Hadiah tersebut bukan disediakan pemilik Toko Emas Dua-Dua,” ungkap salah seorang karyawan kepada wartawan MetroSelebes.com, Jumat (28/8/2026).
Di sisi lain, kondisi pasar emas di Jalan Somba Opu memang tengah dirasakan berbeda oleh sejumlah pedagang. Mereka menyebut transaksi mulai mengalami kelesuan sejak 2025 dan kondisi tersebut masih terasa hingga 2026. Pembeli tetap ada, tetapi kedatangannya disebut tidak sesering sebelumnya dan cenderung memilih toko tertentu.
Baca juga: Kebakaran Gegerkan Kampus UNM Parang Tambung, Gedung Proyek Jadi Sasaran Api
“Kalau ada pembeli itu sewaktu-waktu saja dan toko yang mereka kunjungi juga toko tertentu saja. Kita tahu bahwa kondisi yang sulit saat ini, emas bukan barang yang prioritas. Masyarakat memilih kebutuhan yang mendasar, artinya untuk kebutuhan sehari-hari,” kata Aheng salah seorang pedagang emas di Somba Opu.
Baca juga: Penampakan Sajam dan Bom Molotov yang Disita Polda Metro Jaya terkait Demo 27 Agustus