Bentrokan Pecah di Pejompongan, Polisi Tembakkan Gas Air Mata Bubarkan Massa

photo author
Syamsir Anchi, Metro Selebes
- Kamis, 27 Agustus 2026 | 21:22 WIB
 Bentrokan di Pejompongan memanas setelah motor dibakar dan massa dibubarkan polisi. Kericuhan turut melumpuhkan lalu lintas dan ganggu perjalanan KRL.  (Dok.Threads@prithawibisono)
Bentrokan di Pejompongan memanas setelah motor dibakar dan massa dibubarkan polisi. Kericuhan turut melumpuhkan lalu lintas dan ganggu perjalanan KRL. (Dok.Threads@prithawibisono)

Inti berita:

• Bentrokan massa demonstran dan polisi di Pejompongan, Jakarta Pusat, memicu pembakaran sepeda motor, gangguan lalu lintas, serta penyesuaian perjalanan KRL.


METROSELEBES.com, JAKARTA – Asap dan kerumunan massa mulai memenuhi kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, ketika malam turun pada Kamis (27/8/2026). Tak lama berselang, sebuah sepeda motor dibakar di sekitar lampu lalu lintas Pejompongan, memicu bentrokan antara massa yang didominasi pelajar STM dan aparat kepolisian.

Kericuhan terjadi di depan Menara BNI Pejompongan, Jalan Pejompongan Raya, Tanah Abang, setelah massa yang sebelumnya memadati kawasan sekitar Gedung DPR bergerak hingga ke ruas jalan tersebut. Situasi yang semakin tegang membuat akses kendaraan dari arah Bendungan Hilir menuju Palmerah maupun sebaliknya lumpuh. Fasilitas umum di sekitar lokasi juga dilaporkan mengalami kerusakan.

Baca juga: Siapa Penunggang di Balik Demo 27 Agustus? Polisi Amankan 65 Orang dan Sita 201 Botol Molotov 

Dari sisi massa, sebagian peserta aksi menyebut mereka terdampak langsung ketika polisi membubarkan kerumunan menggunakan gas air mata. Salah seorang peserta berinisial R mengaku mengalami sesak napas dan mendapat bantuan oksigen setelah terkena dampak gas serta asap pembakaran. Ambulans pun disiagakan di sekitar Lampu Merah Slipi untuk memberikan pertolongan kepada peserta yang membutuhkan.

Sementara itu, kepolisian mengambil tindakan setelah situasi dinilai semakin tidak terkendali. Gas air mata ditembakkan untuk membubarkan massa yang bertahan di lokasi. Bentrokan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pengamanan demonstrasi 27 Agustus yang sejak siang telah mendapat perhatian khusus aparat. Sebelumnya, Polda Metro Jaya menyatakan telah mengamankan 65 orang yang diduga hendak mengganggu jalannya aksi.

Baca juga: Temui Pendemo, Dasco Teken Komitmen Siap Mundur Jika RUU Perampasan Aset Gagal Disahkan 15 Desember 

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan langkah pengamanan terhadap puluhan orang tersebut merupakan bagian dari upaya preventive strike dan preventive education. "Kami masih mendalami apakah ada keterkaitan mereka dengan massa yang menyampaikan aspirasi," ujar Kombes Budi Hermanto.

Dampak kericuhan tidak berhenti di jalan raya. Kerumunan massa di sekitar jalur Pejompongan-Palmerah membuat perjalanan KRL lintas Tanah Abang-Rangkasbitung sempat ditahan demi keselamatan penumpang. KAI Commuter kemudian menyesuaikan sejumlah perjalanan sehingga sebagian kereta hanya melayani hingga Stasiun Palmerah sebelum kembali ke arah asal.

Baca juga: KPK Bongkar 'Jatah Bulanan' Bea Cukai, Tiga Moge dan Uang Rp2,8 Miliar Jadi Barang Bukti 

Hingga malam, aparat masih melakukan pengamanan dan pengaturan di sejumlah titik untuk mencegah kericuhan meluas. Insiden di Pejompongan menunjukkan bagaimana aksi penyampaian aspirasi yang semula berlangsung di kawasan parlemen berimbas pada keamanan warga, kelancaran lalu lintas, hingga operasional transportasi publik.

Di tengah situasi tersebut, tuntutan massa tetap menjadi latar utama aksi, sementara aparat berupaya menjaga agar penyampaian aspirasi tidak berubah menjadi gangguan keamanan. (*)

(Ade/Fir)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Syamsir Anchi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X