Inti berita:
• TPS 3R Tamalanrea yang kembali efektif beroperasi sejak Januari 2026.
• Sampah basah warga diolah menjadi pupuk organik melalui pemilahan, pencacahan, dan pengeringan.
METROSELEBES.com, MAKASSAR — Sisa makanan, kulit buah, dan limbah dapur yang biasanya berakhir di tempat sampah ternyata masih memiliki kehidupan kedua. Di TPS 3R Tamalanrea, Jalan Poros BTP, Makassar, sampah basah dari rumah warga dipilah dan diolah hingga berubah menjadi pupuk organik yang kembali memiliki nilai guna dan ekonomi.
Pengolahan tersebut menjadi bagian dari konsep Reduce, Recycle, Reuse (3R) yang mendorong sampah ditangani sedekat mungkin dari sumbernya. Dengan cara itu, tidak semua sampah harus berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa.
Baca juga: Bosowa Peduli Sambangi Korban Kebakaran Tamalanrea, Umar: Terima Kasih Atas Kepeduliannya
Pendamping Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Makassar sekaligus Ketua Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) pengelola TPS 3R, Windi, mengatakan sampah basah yang masuk dapat mencapai sekitar dua ton, tergantung pasokan dari warga. “Volume sampah basah yang dikelola bisa mencapai 2 ton, tergantung dari jumlah sampah basah yang diambil petugas dari warga,” kata Windi kepada METROSELEBES.com, Rabu (9/9/2026).
Dari sejumlah wilayah yang memasok, Kelurahan Buntusu menjadi salah satu penyumbang sampah basah. Kasi Kebersihan Kelurahan Buntusu, H. Sirajuddin, mengatakan kondisi tersebut tidak terlepas dari aktivitas rumah tangga yang tersebar di wilayah dengan 14 RW dan 88 RT. “Di Buntusu cukup banyak sampah basah yang kami sumbangkan, terdiri dari 14 RW dan 88 RT,” ujar Sirajuddin kepada METROSELEBES.com, Rabu (9/9/2026).
Baca juga: Harta Rp16,17 Miliar, Nama Anggota DPR Masuk Data PKH: Eva Minta Data Segera Diperbaiki
Kasiber Hendra: Efektif Awal Januari 2026
Menariknya, fasilitas yang kini kembali bergerak mengolah sampah tersebut bukanlah tempat baru. Kasi Kebersihan Kecamatan Tamalanrea, Hendra, S.T., menjelaskan TPS 3R tersebut telah berdiri sejak 2009, tetapi sempat tidak berjalan maksimal karena belum memiliki pengelolaan yang konsisten. Aktivitas kemudian dihidupkan kembali dan mulai efektif pada Januari 2026. “Pemerintah Kota Makassar dulu kurang fokus, tidak ada pengelola. Sekarang sudah dikelola, dan ada pendamping. DLH merekrut, efektif awal Januari 2026,” kata Hendra di kantor Camat Tamalanrea, Rabu (9/9/2026).
Baca juga: Polda Sulsel Bongkar 11 Modus Penipuan Online, Korban Rugi hingga Rp614 Juta
Setiap hari kecuali Ahad, sampah basah yang telah dipilah dari rumah warga dibawa petugas ke TPS 3R yang berjarak sekitar 50 meter dari Kantor Polsek Tamalanrea. Sampah tersebut masih dua kelurahan yang menyuplai, Buntusu dan satunya Kelurahan Tamalanrea Indah. Sampah yang terkumpul kemudian dipilah kembali untuk memastikan plastik, besi, dan material lain yang tidak dapat terurai tidak masuk ke proses produksi. Bahan organik yang tersisa selanjutnya dicacah menggunakan mesin hingga ukurannya menjadi kecil dan menyerupai bubur.
Artikel Terkait
Malam Terakhir Enam Anak di Paniai, Api Pasar Tinggalkan Duka dan 148 Pengungsi
Ingatan Febiola Memudar usai Diduga Keracunan MBG, Keluarga Korban Kini Menuntut Kepastian
Bosowa Peduli Sambangi Korban Kebakaran Tamalanrea, Umar: Terima Kasih Atas Kepeduliannya
Ustaz Riza Siapkan Langkah Hukum, Bantah Tudingan Miring dari Video Lama
Jake Lang Robek Al-Qur’an di Gereja ATLAH New York, Aksi Provokatif Picu Kecaman