MetroSelebes - Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sulawesi Tengah, Moh Rifani menyambut kunjungan kerja Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) di Ruang Kerja Kepala DPMPTSP pada Senin, (13/11/2023)
Tujuan dari Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) melakukan kunjungan ke-DPMPTSP Sulteng adalah menyiapkan dan menyusun kajian atas pelaksanaan investasi hijau di masing-masing daerah.
Hal ini terkait dengan riset yang dilakukan KPPOD yang bertujuan mengidentifikasi kesiapan, pemetaan kebutuhan, peluang serta apa yang menjadi tantangan dalam investasi hijau.
Melansir PPID DPMPTSP Provinsi Sulawesi Tengah, (13/11) Kajian ini juga merupakan salah satu upaya KPPOD dalam rangka penguatan investasi hijau dalam memitigasi perubahan iklim dan mendukung pembangunan berkelanjutan.
Salah satu daerah yang menjadi kajian ini adalah Provinsi Sulawesi Tengah. Kajian ini dilakukan melalui wawancara mendalam (in depth interview) dan diskusi terfokus (FGD) dengan stakeholders.
Pada kesepatan itu, Kepala DPMPTSP Prov. Sulteng berkesempatan menerima secara langsung Tim KPPOD sekaligus melakukan Wawancara
Wawancara ini disambut baik oleh Kepala DPMPTSP Provinsi Sulteng, Moh. Rifani dalam sesi wawancara, ia menjelaskan bahwa investasi hijau ini sudah pernah dibahas sebelumnya pada Event KTT G20 di Bali pada Tahun 2022 melalui PT Bakrie & Brothers Tbk ("BNBR") dan Envision Group ("Envision") yang telah menandatangani Head of Agreement (HoA) untuk melanjutkan rencana kedua perusahaan membangun kerja sama di bidang industrial park ramah lingkungan.
Penandatanganan ini dilakukan oleh Presiden Direktur & CEO BNBR, Anindya N. Bakrie dan Founder & CEO Envision Lei Zhang, di Nusa Dua, Bali, Indonesia di sela-sela rangkaian Event KTT G20. Kedua pihak menjajaki prospek pengembangan teknologi industri Net Zero, dan berpotensi untuk membangun Net Zero Industrial Park yang pertama di Indonesia dan akan berlokasi di wilayah Sulawesi Tengah.
Informasi yang diterima dari DPMPTSP Prov. Sulteng ini memberikan angin segar bagi pada sesi wawancara oleh KPPOD ini. Berharap kedepannya Investasi Hijau ini dapat segera terealisasi khususnya di daerah Sulawesi Tengah.