MetroSelebes - Dalam tradisi Islam, hati diibaratkan sebagai raja yang memiliki kuasa penuh dalam memberikan perintah pada anggota tubuh lain.
Sabda Rasulullah Saw menyatakan, "Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad.
Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati" (HR. Bukhari).
Mengingat begitu pentingnya peran hati dalam diri manusia, perlu adanya upaya untuk merawat stabilitas hati agar tetap tenang.
Syaikh Nawawi Al-Bantani menunjukkan bahwa hati yang dilanda kebingungan atau kegalauan dapat diatasi dengan tiga hal.
Dalam kitab Nashaihul Ibad, beliau mengutip qaul sebagian ahli hikmah, yang dikenal sebagai "dokter hati."berikut beberapa cara menangkan hati :
Pertama berdzikir atau mengingat Allah menjadi obat utama dalam mengusir kebingungan atau kegalauan yang menerpa hati.
Firman Allah dalam Surat Ar-Ra'd: Ayat 28 menggarisbawahi pentingnya dzikir dalam menenangkan hati.
Syaikh Nawawi memberikan kebebasan dalam memilih bacaan dzikir, termasuk doa kepada Allah.
Contoh dzikir yang dianjurkan:
لَا إلهَ إلَّا اللهُ، وَلاَ حَوْلَ ولا قوَّةَ إلَّا بِاللهِ
"Lâ ilâha illallâhu, wa lâ ḫaula wa lâ quwwata illâ billah."