• Minggu, 18 Oktober 2026

Usai CELIOS, Muncul SMRC Oktober 2026, Dedi Mulyadi Ungguli Prabowo dengan Selisih 25,7 Poin

photo author
Syamsir Anchi, Metro Selebes
- Minggu, 18 Oktober 2026 | 08:02 WIB
Tampak dari kiri ke kanan (Prabowo, Anies, KDM). Dedi Mulyadi unggul dalam survei elektabilitas calon presiden SMRC Oktober 2026, sementara Prabowo Subianto berada di posisi ketiga. (Dok.Instagram@kdm/aniesbaswedan/presidenprabowo)
Tampak dari kiri ke kanan (Prabowo, Anies, KDM). Dedi Mulyadi unggul dalam survei elektabilitas calon presiden SMRC Oktober 2026, sementara Prabowo Subianto berada di posisi ketiga. (Dok.Instagram@kdm/aniesbaswedan/presidenprabowo)

Inti berita:

• Dedi Mulyadi memimpin simulasi elektabilitas capres SMRC dengan 35,5 persen.

• Prabowo Subianto memperoleh 9,8 persen dalam survei nasional Oktober 2026.

 

METROSELEBES.com, JAKARTA — Pilpres 2029 mulai ramai dibicarakan, dari warkop hingga kelompok-kelompok diskusi, aktivis demokrasi, mahasiswa, dll. Bukan partai yang lebih dulu disebut, melainkan figur-figur yang dianggap punya peluang. Agenda lima tahunan itu memang masih terasa jauh, tetapi suasana gerilya seperti arah angin berembus kemana-mana. Tiga tahun mungkin terdengar lama, namun dalam politik, waktu bisa bergerak lebih cepat dari perkiraan.

Survei terbaru Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) memberi gambaran awal persaingan tersebut. Nama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mencuat di posisi teratas, sementara Presiden Prabowo Subianto justru berada di bawah Anies Baswedan.

Baca juga: Elektabilitas Bukan Jaminan, Survei CELIOS Ungkap Tantangan Prabowo Menuju 2029

Survei nasional yang dilakukan pada 1–10 Oktober 2026 itu menempatkan Dedi Mulyadi dengan elektabilitas 35,5 persen. Sementara Anies Baswedan memperoleh 10,3 persen dan Prabowo Subianto mengantongi 9,8 persen dalam simulasi semi-terbuka terhadap 24 nama tokoh potensial.

Selisih dukungan Dedi dan Prabowo mencapai 25,7 poin persentase. Angka tersebut menunjukkan keunggulan Dedi dalam simulasi ini, meski hasil survei tidak serta-merta menjadi gambaran pasti mengenai pilihan pemilih pada pemilu mendatang.

Baca juga: Ganjar Unggul dalam Survei 2021, Mengapa Justru Kalah dari Prabowo di Pilpres 2024?

Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, menjelaskan survei tersebut bertujuan mengukur kekuatan elektoral sejumlah tokoh nasional, termasuk posisi Prabowo sebagai presiden petahana. Pemaparan hasil survei itu disampaikan secara daring pada Sabtu (17/10/2026).

"Temuan survei ini tentang elektabilitas, ya, elektabilitas calon-calon presiden, terutama tentang kekuatan elektoral Presiden Prabowo sebagai petahana," ujar Deni dalam pemaparannya.

Baca juga: Gerindra Kritik Rapor Celios, Sugiat Santoso Soroti Klaim 75 Persen Warga Stres 

Persaingan di bawah tiga nama teratas juga memperlihatkan sejumlah tokoh yang masih memiliki dukungan. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memperoleh 8,4 persen, sedangkan Purbaya Yudhi Sadewa dan Ganjar Pranowo masing-masing meraih 5 persen. Adapun Agus Harimurti Yudhoyono mendapat 2,1 persen, Sherly Tjoanda Laos 1,8 persen, Mahfud MD 1,7 persen, Kaesang Pangarep 1,2 persen, dan Pramono Anung 1 persen.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Syamsir Anchi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X