FH Unhas Jajaki Program S2 Hukum Bersama Kampus Australia, Mahasiswa Berpeluang Raih Dua Gelar Mulai 2027

photo author
Syamsir Anchi, Metro Selebes
- Jumat, 16 Oktober 2026 | 13:53 WIB
FOTO: Tampak suasana saat Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin membahas penjajakan kerja sama akademik dengan perwakilan Melbourne Law School, The University of Melbourne, Australia, di Makassar, Kamis (15/10/2026). (Dok.FH Unhas)
FOTO: Tampak suasana saat Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin membahas penjajakan kerja sama akademik dengan perwakilan Melbourne Law School, The University of Melbourne, Australia, di Makassar, Kamis (15/10/2026). (Dok.FH Unhas)

Inti berita:

• Fakultas Hukum Unhas menjajaki kerja sama dengan Melbourne Law School.

• Bahas program gelar ganda S2 Ilmu Hukum dan riset kolaboratif yang ditargetkan mulai berjalan pada 2027.

 

METROSELEBES.com, MAKASSAR – Peluang mahasiswa hukum Universitas Hasanuddin (Unhas) memperoleh pengalaman akademik lintas negara mulai dijajaki melalui rencana kerja sama dengan Melbourne Law School, The University of Melbourne, Australia. Kolaborasi ini diarahkan pada pengembangan program gelar ganda (double degree) dan riset hukum bersama.

Penjajakan tersebut dibahas dalam pertemuan Dekan Fakultas Hukum Unhas, Prof. Dr. Hamzah Halim, S.H., M.H., M.A.P., bersama tim dan Prof. Dr. H. Nadirsyah Hosen, LL.M., M.A. (Hons), Ph.D., Deputy Director Centre for Indonesian Law, Islam and Society (CILIS), Melbourne Law School, Kamis (15/10/2026).

"Dua agenda utama menjadi fokus pembahasan, yakni rencana program double degree untuk jenjang Magister (S2) Ilmu Hukum serta pengembangan penelitian kolaboratif yang melibatkan dosen dari kedua institusi," ujar Dekan Fakultas Hukum Unhas, Prof. Dr. Hamzah Halim, Kamis (16/10/2026).

Baca juga: Ilmuwan Diaspora AS Bahas Potensi Rumput Laut, SPs Unhas Dorong Inovasi Pangan Berbasis Riset 

Melalui skema gelar ganda, mahasiswa diharapkan berkesempatan menjalani sebagian masa studi di Indonesia dan sebagian lainnya di Australia. Rancangan tersebut masih dalam tahap penjajakan dan perlu disesuaikan dengan ketentuan akademik serta regulasi yang berlaku di masing-masing universitas.

Tak hanya berorientasi pada pendidikan, kerja sama ini juga membuka peluang pertukaran gagasan, penelitian bersama, publikasi ilmiah internasional, dan penguatan jejaring akademisi hukum. Bidang hukum Indonesia, Islam, serta perkembangan hukum kontemporer menjadi bagian penting dalam peluang kolaborasi tersebut.

Baca juga: Dua Profesor Jerman Kupas Tantangan Al hingga Hak Cipta di FH Unhas 

Kedua pihak merencanakan pertemuan lanjutan pada pertengahan November 2026 untuk mematangkan konsep dan mekanisme pelaksanaan. Program gelar ganda dan riset bersama ditargetkan mulai direalisasikan pada 2027 apabila persiapan dan kesepakatan kedua institusi berjalan sesuai rencana.

Penjajakan ini menjadi langkah Fakultas Hukum Unhas memperluas kemitraan internasional sekaligus meningkatkan mutu pendidikan dan penelitian. Meski demikian, program tersebut belum memasuki tahap implementasi, sehingga rincian pelaksanaan dan mekanisme studi masih perlu dibahas lebih lanjut. (*)

(Ali/Mrt)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Syamsir Anchi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X