Iran Pasti akan Balas Dendam

photo author
Ali Murtadha, Metro Selebes
- Kamis, 2 Juli 2026 | 10:40 WIB
Pembalasan itu sudah pasti akan terjadi. (Foto:Hamshahri) (Ali Murtadha)
Pembalasan itu sudah pasti akan terjadi. (Foto:Hamshahri) (Ali Murtadha)

Sementara itu, sekelompok anggota Majelis Syura Islam mengirimkan surat kepada Pemimpin Revolusi yang menyatakan bahwa upaya memperoleh keadilan bagi para korban merupakan kewajiban agama, nasional, dan politik menurut perspektif mereka.

Para anggota parlemen menyatakan akan terus mendukung penguatan kemampuan pertahanan Iran, termasuk pengembangan industri rudal nasional sebagai bagian dari strategi pertahanan negara.

Mereka juga meminta angkatan bersenjata Iran tetap mempertahankan kesiapan dalam menghadapi berbagai ancaman keamanan yang menurut mereka masih berlangsung.

Dalam doktrin pertahanan Iran, pengembangan teknologi rudal selama bertahun-tahun diposisikan sebagai instrumen pencegahan strategis untuk mengimbangi keterbatasan akses terhadap persenjataan modern akibat embargo internasional.

Usulan Legislasi dan Hadiah 50 Juta Euro

Selain surat politik tersebut, sejumlah anggota parlemen Iran mengajukan berbagai rancangan legislasi yang berkaitan dengan langkah balasan terhadap pihak yang dianggap bertanggung jawab atas kematian para korban perang.

Wakil Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Seyed Mahmoud Nabavian, menyampaikan adanya pembahasan mengenai pemberian hadiah kepada pihak yang menurut usulan tersebut berhasil menghukum Donald Trump dan Benjamin Netanyahu.

Ketua Komisi Keamanan Nasional Parlemen Iran, Ebrahim Azizi, sebelumnya juga mengumumkan penyusunan rancangan undang-undang yang memuat usulan hadiah sebesar 50 juta euro bagi siapa pun yang membunuh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Hingga laporan ini dipublikasikan, usulan tersebut masih berupa rancangan politik di lingkungan legislatif Iran dan belum menjadi ketentuan hukum yang berlaku.

Menurut prinsip hukum internasional, setiap tuduhan kejahatan perang maupun kejahatan terhadap kemanusiaan memerlukan pembuktian melalui mekanisme hukum yang sah dan independen sebelum dapat menghasilkan putusan yang mengikat.

Peran Media dan Dampaknya terhadap Opini Global

Didirikan pada 1992, Hamshahri merupakan salah satu surat kabar paling berpengaruh di Iran dengan jumlah pembaca yang besar dan memiliki hubungan erat dengan Pemerintah Kota Teheran serta berbagai institusi negara.

Karena kedekatan tersebut, isi pemberitaan Hamshahri kerap dipandang sebagai salah satu indikator arah pesan politik yang ingin disampaikan kepada masyarakat Iran maupun komunitas internasional.

Perkembangan teknologi informasi membuat halaman depan surat kabar kini tidak lagi hanya dikonsumsi pembaca domestik, tetapi juga dengan cepat menyebar ke seluruh dunia melalui media digital sehingga mampu memengaruhi persepsi publik internasional terhadap dinamika geopolitik.

Di tengah meningkatnya eskalasi konflik global, para pengamat komunikasi politik mengingatkan bahwa media memiliki tanggung jawab besar untuk menyampaikan informasi secara akurat, sedangkan penyelesaian sengketa antarnegara pada akhirnya tetap memerlukan jalur diplomasi, penghormatan terhadap hukum internasional, dan komitmen bersama menjaga perdamaian dunia.(*)

 

 
 
 
 
 
 
 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ali Murtadha

Rekomendasi

Terkini

Iran Pasti akan Balas Dendam

Kamis, 2 Juli 2026 | 10:40 WIB
Lihat Semua

Terpopuler

X