Inti berita:
• Penumpang Transjakarta yang viral setelah diminta turun karena keluhan bau menyengat diketahui merupakan tunawisma.
• Transjakarta kemudian berkoordinasi dengan Dinsos dan menjadikan kejadian tersebut sebagai evaluasi pelayanan.
MetroSelebes.com, JAKARTA– Suasana perjalanan di dalam bus Transjakarta mendadak berubah ketika seorang penumpang diminta meninggalkan bus oleh petugas. Peristiwa yang terjadi di Halte Kampung Melayu, Jakarta Timur, Senin (3/8/2026), itu kemudian menjadi sorotan setelah videonya beredar luas di media sosial.
Dalam rekaman yang viral, seorang petugas perempuan tampak mendekati penumpang yang duduk di bagian belakang bus. Dengan nada persuasif, petugas meminta pria tersebut turun karena disebut terdapat keluhan dari penumpang lain terkait bau yang sangat menyengat.
Baca juga: Wajah Trump dan MBS Ditempel di Tong Sampah Baghdad, Aksi Protes Ini Bikin Geger
Petugas bahkan menawarkan bantuan untuk membawa barang bawaan penumpang tersebut. Namun, peristiwa itu memicu beragam reaksi di media sosial. Sebagian warganet mempertanyakan tindakan petugas, sementara pihak lain menilai kenyamanan dan kondisi penumpang lain juga perlu diperhatikan ketika berada di ruang publik.
Menanggapi polemik tersebut, PT Transjakarta menjelaskan bahwa petugas tidak bertindak tanpa alasan. Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta Ayu Wardhani mengatakan, petugas di lapangan sebelumnya menerima laporan dari pelanggan mengenai bau menyengat di dalam bus. “Petugas kami bergerak di lapangan berdasarkan laporan pelanggan lain di lokasi, karena bau yang sangat menyengat,” kata Ayu dalam keterangannya, Selasa (4/8/2026).
Baca juga: Diduga Sebar Hoaks dan Ujaran Kebencian, Pemilik Akun TikTok Devi Mahadiva Ditangkap Polisi
Namun, persoalan tidak berhenti pada tindakan meminta penumpang turun. Transjakarta mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi yang diterima, penumpang tersebut merupakan tunawisma. Setelah kejadian, pihak Transjakarta kemudian berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk memastikan penumpang tersebut mendapatkan penanganan dan bantuan yang sesuai.
Transjakarta juga menyampaikan permintaan maaf atas ketidaknyamanan yang muncul serta menjadikan kejadian tersebut sebagai bahan evaluasi. Ayu menegaskan pihaknya akan memperbaiki standar operasional prosedur (SOP) sekaligus meningkatkan sensitivitas petugas agar pelayanan tetap mampu menjaga kenyamanan seluruh pelanggan tanpa mengabaikan aspek kemanusiaan.
Baca juga: Aturan Baru Pilah Sampah Makassar Tuai Keluhan, Warga Sebut Sampah Mulai Menumpuk di Permukiman
Peristiwa ini akhirnya membuka persoalan yang lebih luas dari sekadar bau menyengat di dalam bus. Di satu sisi, operator transportasi publik dituntut menjamin kenyamanan seluruh penumpang. Di sisi lain, kondisi sosial seseorang yang membutuhkan pertolongan juga perlu direspons dengan pendekatan yang manusiawi, sehingga penyelesaian persoalan di ruang publik tidak berhenti pada tindakan mengeluarkan seseorang, tetapi juga memastikan ada pihak yang membantu setelahnya. (*)
Artikel Terkait
Dari Air Bersih hingga 2.500 Jembatan, KSAD Maruli Dorong TNI AD Jadi Solusi bagi Warga di Wilayah 3T
Salat Subuh di Tengah Lomba, Robi Syianturi Tetap Juara 1 Marathon Nasional Surabaya
Aturan Baru Pilah Sampah Makassar Tuai Keluhan, Warga Sebut Sampah Mulai Menumpuk di Permukiman
Diduga Sebar Hoaks dan Ujaran Kebencian, Pemilik Akun TikTok ‘Devi Mahadiva’ Ditangkap Polisi
Wajah Trump dan MBS Ditempel di Tong Sampah Baghdad, Aksi Protes Ini Bikin Geger