Inti berita:
• Rieke Diah Pitaloka mendesak penyelidikan kematian Winda Lorenza dilakukan secara menyeluruh dan transparan, menyusul perbedaan keterangan polisi dengan keberatan pihak keluarga terkait kondisi tubuh korban.
METROSELEBES.com, MEDAN – Kematian Winda Lorenza Gowasa meninggalkan pertanyaan yang belum sepenuhnya terjawab. Di tengah perbedaan keterangan antara kepolisian dan keluarga, kasus mantan istri anggota polisi di Medan itu kini mendapat sorotan dari artis sekaligus anggota Komisi XIII DPR RI, Rieke Diah Pitaloka.
Rieke meminta proses penyelidikan terhadap kematian Winda dilakukan secara menyeluruh dan tidak berhenti pada satu dugaan sebelum seluruh bukti diperiksa. Menurutnya, setiap kejanggalan yang dipersoalkan keluarga perlu dijawab melalui proses hukum dan pemeriksaan ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan.
Baca juga: Terduga Bandar Sabu Kabur, Warga Geruduk Polsek Liukang Kalmas: Dugaan 'Main Mata' Diselidiki Propam
“Jangan buru-buru ada kesimpulan kematian Winda, ungkap tuntas kematian Winda Lorenza Gowasa,” kata Rieke melalui video yang diunggah di Instagram dan dikutip Jumat (7/8/2026).
Ia menilai penyidik perlu memastikan seluruh prosedur scientific crime investigation dilakukan, mulai dari autopsi menyeluruh, pemeriksaan balistik, uji gunshot residue (GSR), DNA dan sidik jari pada senjata api, hingga rekonstruksi tempat kejadian perkara serta pemeriksaan bukti elektronik dan saksi. Rieke juga mengingatkan agar penyelidikan tidak hanya diarahkan pada satu hipotesis.
Sorotan Rieke muncul setelah kepolisian menyatakan Winda meninggal akibat luka tembak di kepala menggunakan senjata api milik Bripka IH. Polisi menyebut senjata tersebut diambil Winda secara diam-diam ketika Bripka IH sedang beristirahat, sebelum Winda ditemukan meninggal di kamar mandi rumah di Kompleks Perumahan Bumi Asri, Medan, Senin (3/8/2026). Hasil autopsi yang disampaikan polisi juga disebut tidak menemukan unsur kekerasan maupun luka akibat benda tajam.
Namun, pihak keluarga memiliki pandangan berbeda. Mereka mempertanyakan kondisi tubuh Winda yang disebut memiliki sejumlah luka lebam, memar, dan goresan. Perbedaan temuan serta dugaan tersebut kemudian mendorong keluarga membuat laporan terkait dugaan pembunuhan, sehingga penyebab kematian Winda kembali menjadi perhatian publik.
Rieke menegaskan kasus ini harus ditangani secara transparan karena berkaitan dengan anggota kepolisian dan penggunaan senjata api milik anggota polisi. “Tidak boleh ada konflik kepentingan, perlakuan istimewa, atau intervensi yang dapat mengurangi independensi penyidikan,” ujarnya. Menurut Rieke, penanganan perkara secara terbuka dan objektif penting untuk memastikan seluruh fakta terungkap sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Polri. (*)
Artikel Terkait
Jaringan Senpi Ilegal dari Filipina Digagalkan di Halmahera Utara, Diduga Hendak Dipasok ke Papua
Berawal dari Pembukaan Ruang untuk Murid, Yayasan Sekolah di Jaksel Justru Temukan 995 Senjata Api hingga VCD Porno
Bocoran Reshuffle Agustus Makin Kuat, Norman Joesoef Dikabarkan Masuk Istana untuk Isi Kursi Wamenhan
Maia Estianty Soroti Kasus Viral Pasien BPJS Terlantar 8 Jam, Ingatkan Nakes: Bukankah Sudah Mendedikasikan Hidup untuk Menolong?
Terduga Bandar Sabu Kabur, Warga Geruduk Polsek Liukang Kalmas: Dugaan ‘Main Mata’ Diselidiki Propam