Inti berita:
• Video CCTV memperlihatkan seorang pria yang mengaku mendapat mandat sebagai Ketua DPD lembaga adat menegur pemilik Toko Mitra Bulukumba karena bendera Merah Putih belum terpasang.
• Cara penyampaian teguran tersebut tidak diterim oleh pemilik toko yang bernama Austina, adu argumen pun terjadi, dan sang pria tampak terpojok oleh argumen Austina.
METROSELEBES.com, BULUKUMBA – Suasana di sebuah ruko di Bulukumba, Selasa pagi, 4 Agustus 2026, mendadak memanas. Bukan karena persoalan transaksi, melainkan sebuah bendera Merah Putih yang belum terpasang di depan Toko Mitra Bulukumba. Rekaman CCTV kemudian memperlihatkan seorang pria mendatangi pemilik toko dan menyampaikan teguran langsung dengan nada tinggi.
Dalam video yang beredar di media sosial, pria tersebut terlihat menunjuk ke arah pemilik toko, Austina, sembari mempertanyakan belum dipasangnya atribut kemerdekaan menjelang HUT ke-81 Republik Indonesia. Ia mengaku membawa suara masyarakat adat dan menyebut dirinya baru menerima mandat sebagai Ketua DPD lembaga adat di Bulukumba.
Baca juga: Detail Poros Enrekang - Makassar Tertutup Pohon Tumbang, SUV Rusak dan Kendaraan Mengular
Pria tersebut datang dengan nada tinggi dan mempertanyakan alasan bendera Merah Putih belum terpasang di depan toko. Dalam rekaman CCTV, ia juga menyampaikan imbauan agar pihak toko menghargai masyarakat adat setempat.
“Bapak mengimbau untuk Anda harap menghargai kami sebagai warga adat di sini. Saya membawa suara adat di sini,” ujar pria tersebut dalam rekaman video yang beredar di media sosial.
Baca juga: Febrie Melawan! Resmi Ajukan 2 Praperadilan, Kejagung dan Polri Digugat
"Kenapa belum pasang bendera?" ujar pria itu dengan nada tinggi.
“Kenapa Bapak tidak sopan? Coba tanya baik-baik kalau masuk di sini. Bapak jangan tunjuk-tunjuk. Bapak dari mana?” ujar Austina.
Pria tersebut sempat menyebut dirinya berasal dari DPD. “Saya dari DPD,” ujarnya agak terbata-bata.
Austina kemudian menanggapi pernyataan tersebut. “Eh, Bapak, setahu saya DPD itu hanya satu, ada di Jakarta,” terang Austina.
Situasi justru menjadi perhatian ketika Austina meminta pria tersebut menyampaikan teguran dengan cara yang lebih baik. Ia juga mempertanyakan identitas serta kapasitas pria tersebut yang disebut baru menerima mandat kepengurusan adat sehari sebelum kejadian. Austina menilai penyampaian imbauan seharusnya tetap mengedepankan etika dan penghormatan terhadap pihak yang ditegur.
Artikel Terkait
Rekaman Demo Lama Dikemas Jadi Ancaman Aksi Jelang 17 Agustus, Polisi Tangkap Pemilik Akun TikTok
HUT ke-1866 Dewa Kwan Kong, Jejak Panjang Tradisi Tionghoa dan Toleransi di Makassar
Febri Melawan! Resmi Ajukan 2 Praperadilan, Kejagung dan Polri Digugat
Datangi DPD PDI Perjuangan Sulsel, APR Lutim Soroti Kinerja Ketua DPRD soal Konflik Laoli
Detik-detik Poros Enrekang–Makassar Tertutup Pohon Tumbang, SUV Rusak dan Kendaraan Mengular