pendidikan

Humanis FIB Unhas Lepas Tim Peneliti POKSA 2026, Siap Telusuri Jejak Sejarah dan Budaya Mandar

Rabu, 15 Juli 2026 | 10:32 WIB
FOTO: Tampak Humanis melepas peneliti dari POKSA bersama Dekan FIB Unhas Prof. Dr. Andi Akhmar, S.S.,M.Hum. (Dok.POKSA)

Inti berita:

• Humanis FIB Unhas resmi melepas tim peneliti POKSA 2026

• Tim Telusur Mandar akan melakukan riset sebagai upaya memperkuat khazanah sejarah lapangan serta pelestarian budaya lokal.

 

MetroSelebes.com, MAKASSAR – Himpunan Mahasiswa Departemen Ilmu Sejarah Keluarga Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin (Humanis KMFIB-UH) resmi melepas panitia dan tim peneliti Penelitian Objek Kajian Sejarah (POKSA) 2026 untuk melaksanakan kegiatan Telusur Mandar di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Rabu (15/7/2026).

Pelepasan tersebut menjadi awal dari rangkaian penelitian lapangan yang akan berlangsung selama delapan hari, mulai 15 hingga 22 Juli 2026. Selama kegiatan, para mahasiswa akan melakukan penelusuran terhadap berbagai situs, sumber sejarah, tradisi lisan, hingga warisan budaya masyarakat Mandar sebagai bagian dari penguatan riset sejarah berbasis lapangan.

Baca juga: Euforia Spanyol ke Final Piala Dunia 2026 Berbalut Solidaritas Palestina, Selebrasi Suporter Curi Perhatian 

Dihadiri Dekan FIB dan Alumni

Tim peneliti yang tergabung dalam POKSA 2026. (Dok.POKSA)

Acara pelepasan dihadiri Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Andi Akhmar, S.S., M.Hum., para ketua lembaga kemahasiswaan di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya, Ketua Humanis KMFIB-UH, Sekretaris Departemen Ilmu Sejarah, serta Ketua Ikatan Alumni Jurusan Ilmu Sejarah (IKAJIS), Solihin.

Dalam kesempatan tersebut, kehadiran para pimpinan fakultas, alumni, dan pengurus organisasi kemahasiswaan menjadi bentuk dukungan terhadap pengembangan budaya akademik yang menekankan pentingnya penelitian lapangan bagi mahasiswa sejarah.

Ketua IKAJIS, Solihin, menyampaikan apresiasinya atas konsistensi Humanis dalam menyelenggarakan POKSA sebagai salah satu agenda akademik yang telah menjadi tradisi di Departemen Ilmu Sejarah.

Baca juga: Luwu Raya Tak Lagi Sekadar Aspirasi Pemekaran, Kini Ditawarkan sebagai Instrumen Strategis Nasional 

"POKSA merupakan wadah yang sangat baik bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan penelitian sekaligus memahami sejarah langsung dari sumbernya. Kami berharap kegiatan ini melahirkan karya ilmiah yang berkualitas dan memberi manfaat bagi pengembangan sejarah lokal," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia POKSA 2026, M. Naufal Akar Idlan, mengatakan seluruh peserta telah mempersiapkan diri sebelum turun ke lokasi penelitian. Menurutnya, Telusur Mandar bukan sekadar perjalanan akademik, tetapi juga menjadi ruang belajar untuk memahami nilai-nilai sejarah dan kebudayaan yang hidup di tengah masyarakat.

Halaman:

Tags

Terkini