• Selasa, 20 Oktober 2026

SPs Unhas Gandeng Pakar University of Antwerp, Perkuat Riset DNA Ikan dan Tata Kelola Laboratorium

photo author
Syamsir Anchi, Metro Selebes
- Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:43 WIB
Natalie Van Houtte dari University of Antwerp dijadwalkan berbagi pengetahuan mengenai analisis DNA dan pengelolaan laboratorium bersama sivitas akademika Sekolah Pascasarjana Unhas. (Dok.SPs Unhas)
Natalie Van Houtte dari University of Antwerp dijadwalkan berbagi pengetahuan mengenai analisis DNA dan pengelolaan laboratorium bersama sivitas akademika Sekolah Pascasarjana Unhas. (Dok.SPs Unhas)

Inti berita:

• SPs Unhas memperkuat kapasitas mahasiswa dan dosen muda dalam penelitian genetika.

• Pertukaran pengetahuan analisis DNA dan pengelolaan laboratorium bersama pakar dari University of Antwerp.

 

METROSELEBES.com, MAKASSAR — Kemampuan membaca jejak genetik organisme menjadi salah satu bekal penting dalam penelitian biodiversitas. Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin (SPs Unhas) memperkuat kapasitas tersebut dengan menghadirkan Natalie Van Houtte, manajer laboratorium dari University of Antwerp, Belgia, untuk berbagi pengetahuan tentang analisis DNA dan pengelolaan laboratorium.

Kehadiran Natalie merupakan bagian dari pengembangan kerja sama akademik dan penelitian antara Unhas dan perguruan tinggi asal Belgia tersebut. Ia hadir atas undangan Dekan SPs Unhas, Prof. Sukri Palutturi, dengan kolaborasi yang turut melibatkan Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Nadiarti, Nuridn Kadir, serta peneliti University of Antwerp.

Baca juga: Jejak DNA Jadi Kunci Riset Ikan Danau Matano, Ilmuwan Unhas Bawa Kajian Sulsel ke Eropa 

Fokus kegiatan ini tidak hanya pada pengenalan teknologi molekuler, tetapi juga peningkatan keterampilan praktis mahasiswa dan dosen muda. Pelatihan dasar analisis DNA diarahkan kepada peserta yang menekuni bidang genetika hewan, khususnya ikan.

Keterampilan tersebut diharapkan mendukung penelitian tentang keanekaragaman hayati dan sumber daya perairan. Meski demikian, manfaatnya akan bergantung pada kemampuan peserta menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam penelitian serta ketersediaan fasilitas laboratorium yang memadai.

Prof. Nadiarti menjelaskan, pertukaran pengetahuan dengan mitra internasional menjadi kesempatan bagi mahasiswa dan dosen muda untuk belajar langsung dari tenaga profesional yang berpengalaman dalam kegiatan laboratorium.

Baca juga: Usai CELIOS, Muncul SMRC Oktober 2026, Dedi Mulyadi Ungguli Prabowo dengan Selisih 25,7 Poin 

“Penguasaan teknik dasar analisis DNA menjadi bekal penting untuk mengembangkan penelitian biodiversitas dan sumber daya perairan,” ujar Prof. Nadiarti.

Selain teknik analisis DNA, Natalie juga akan berbagi pengalaman mengenai pengelolaan laboratorium secara profesional. Aspek ini penting karena kualitas penelitian tidak hanya ditentukan oleh kemampuan peneliti mengoperasikan metode ilmiah, tetapi juga oleh ketertiban prosedur kerja, konsistensi pelaksanaan, dan pengelolaan fasilitas.

Baca juga: FH Unhas Siapkan MoU Kerja Sama Joint Degree Magister Hukum Bersama Jiangsu Normal University 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Syamsir Anchi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X