Pakar Jepang Ungkap Banjir Tak Bisa Dilawan dengan Tanggul Saja, Unhas Soroti Pengaman Berlapis

photo author
Syamsir Anchi, Metro Selebes
- Rabu, 16 September 2026 | 19:10 WIB
Menyoroti pakar Jepang dan Unhas membahas strategi menghadapi peningkatan risiko banjir akibat perubahan iklim melalui pengamanan berlapis. (Dok.Sekolah Pascasarjana Unhas)
Menyoroti pakar Jepang dan Unhas membahas strategi menghadapi peningkatan risiko banjir akibat perubahan iklim melalui pengamanan berlapis. (Dok.Sekolah Pascasarjana Unhas)

Indonesia Punya Tantangan Sendiri

Bagi Indonesia, pembahasan tersebut menjadi relevan karena ancaman perubahan iklim hadir dalam beragam bentuk, mulai dari hujan ekstrem dan banjir perkotaan hingga banjir pesisir, abrasi dan kenaikan muka air laut. Diskusi di Unhas menekankan bahwa solusi tidak bisa diseragamkan, sebab karakter wilayah dan kelompok masyarakat yang terdampak berbeda-beda.

Baca juga: Biadab! Dipaksa Pegang Bintang Kejora, Sopir Toraja Aris Sanda Ditembak KKB dan Mobilnya Dibakar 

Kuliah tamu yang dimoderatori Ir. Evi Aprianti S., S.T., Ph.D. itu kemudian berkembang menjadi ruang dialog mengenai pengelolaan sumber daya air, teknologi, infrastruktur tangguh dan strategi adaptasi lokal. Sekolah Pascasarjana Unhas berharap pertukaran pengetahuan dengan Jepang dapat membuka riset dan kolaborasi baru sekaligus mendorong lahirnya kebijakan yang lebih adaptif untuk menghadapi risiko banjir dan perubahan iklim. (*)

(Ali/Mrt)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Syamsir Anchi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X