pemerintahan

Anggota Parlemen Malaysia Sentil Asap Karhutla RI, Sugiono Buka Suara

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:50 WIB
Tampak Menko PMK Sugiono saat memberikan keterangan terkait respon pemerintah Indonesia terhadap pesan dari anggota parlemen Malaysia mengenai kabut asap akibat karhutla (Ig/@sugiono_56).

Inti berita:

• Menko PMK Sugiono menyatakan pemerintah memahami kekhawatiran Malaysia.

• Kabut asap akibat karhutla masih jadi perhatian serius pemerintah.

• Pemerintah RI terus melakukan koordinasi diplomatik serta teknis melalui BNPB.

 

METROSELEBES.com, JAKARTA – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia kembali menjadi perhatian negara tetangga. Kali ini, sorotan datang dari anggota parlemen Malaysia, Kalam Salan, yang menyinggung dampak asap terhadap wilayah dan kesehatan masyarakat di negaranya.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono menegaskan pemerintah Indonesia memahami kekhawatiran Malaysia. Namun, dampak karhutla bukan hanya dirasakan negara tetangga, melainkan juga masyarakat Indonesia sendiri.

Dalam keterangan resminya, Kamis (22/10/2026), Sugiono menyebut pemerintah menghargai niat baik Malaysia untuk membantu penanganan karhutla. Menurutnya, Indonesia juga menjadi pihak yang lebih dahulu merasakan dampak kebakaran hutan dan lahan tersebut.

Baca juga: Sungai Kecil Dekat Rumah, Warga Weri-Saharey Justru Kesulitan Air Bersih, Ini Temuan Unhas 

“Yang paling pertama merasakannya adalah kita. Oleh karena itu, kita juga berterima kasih atas iktikad baik untuk membantu Indonesia,” kata Sugiono.

Pemerintah, lanjut Sugiono, terus membangun komunikasi dengan negara-negara tetangga melalui sejumlah jalur. Koordinasi dilakukan lewat hubungan diplomatik hingga komunikasi langsung antarkepala negara untuk merespons persoalan asap lintas batas.

Baca juga: Saham Bayan Beralih ke Haji Isam, Muhammad Lutfi Soroti Kedaulatan Tambang dan Harga Divestasi 

Upaya tersebut juga menyentuh tingkat teknis. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dilibatkan dalam langkah koordinatif untuk menangani situasi karhutla. Sugiono menyatakan komunikasi dan kerja sama diperlukan agar penanganan persoalan ini dapat dilakukan bersama.

Baca juga: FKM Unhas Jajaki Kolaborasi Riset AI Kesehatan Lingkungan di Taiwan, Mahasiswa Ikut Perkuat Jejaring Global 

Halaman:

Tags

Terkini