pemerintahan

BPOM Buka Peluang Investasi Farmasi Rusia, Transfer Teknologi Jadi Fokus Kerja Sama

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:52 WIB
Tampak Kepala BPOM Taruna Ikrar bertemu Wakil Menteri Perindustrian dan Perdagangan Rusia Alexey V. Gruzdev untuk membahas peluang investasi, transfer teknologi, dan penguatan kerja sama industri farmasi Indonesia-Rusia. (Dok.BPOM RI)

BPOM menegaskan, produk farmasi asal Rusia tidak otomatis memperoleh izin edar di Indonesia. Setiap produk tetap wajib memenuhi ketentuan keamanan, khasiat, dan mutu yang ditetapkan.

Selain membahas investasi dan regulasi, kedua pihak juga mendorong penyelesaian nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara BPOM dan Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Rusia.

BPOM menyebut penelaahan internal terhadap rancangan MoU telah selesai setelah memasukkan masukan hukum dari Kementerian Luar Negeri RI. Naskah yang telah direvisi kemudian disampaikan kepada pihak Rusia melalui Perwakilan Perdagangan Rusia di Jakarta untuk proses selanjutnya.

Baca juga: FH Unhas Jajaki Program S2 Hukum Bersama Kampus Australia, Mahasiswa Berpeluang Raih Dua Gelar Mulai 2027

Hingga kini, penandatanganan kesepakatan tersebut belum dapat dipastikan karena BPOM masih menunggu tanggapan Rusia dan penyelesaian prosedur internal kedua pihak.

Bagi Indonesia, hasil konkret kerja sama ini akan ditentukan oleh kemampuan kemitraan tersebut dalam mendatangkan investasi produktif, memperkuat penguasaan teknologi, dan meningkatkan kapasitas industri farmasi nasional, tanpa mengesampingkan perlindungan terhadap konsumen. (*)

(Fir/Ade)

Halaman:

Tags

Terkini