Inti berita:
• Komisi XIII DPR menyoroti 13 rumah dinas Lapas Cibinong.
• Mulai dibangun Januari-April 2023. Izin awal disebut diberikan secara lisan.
• Dokumen tertulis baru terbit pada 2026.
METROSELEBES.com, CIBINONG - Tiga tahun bukan waktu yang singkat. Namun, rentang itulah yang menjadi sorotan di balik keberadaan 13 rumah dinas di kawasan Lapas Kelas IIA Cibinong, setelah DPR mempertanyakan dasar pembangunan hingga kelengkapan administrasinya.
Fakta tersebut terungkap dalam rapat Komisi XIII DPR RI bersama jajaran Lapas Cibinong, Senin (28/9/2026). Kepala Urusan Umum Lapas Kelas IIA Cibinong Deni Sugiarto menjelaskan, 13 rumah dinas itu mulai dibangun pada Januari 2023 dan rampung pada April tahun yang sama.
Keterangan Deni sekaligus meluruskan informasi mengenai tahun pembangunan. Ia menegaskan rumah-rumah tersebut bukan dibangun pada 2021, melainkan dimulai pada awal 2023. Setelah selesai, bangunan langsung digunakan sebagai tempat tinggal sejumlah pegawai Lapas Cibinong.
Persoalan kemudian bergeser pada dasar pembangunan. Ketua Komisi XIII DPR RI Willy Aditya mempertanyakan status izin bangunan tersebut karena dokumen tertulis disebut baru diterbitkan pada 2026, sementara fisik rumah telah berdiri dan digunakan sejak 2023.
Baca juga: KPK Telusuri Aset Ipda Yayat Lewat Pemeriksaan Sang Istri
Deni mengatakan, sebelum pembangunan berlangsung, terdapat kunjungan Bupati Bogor ke Lapas Cibinong. Menurut penjelasannya, izin awal untuk pembangunan rumah dinas diberikan secara lisan sembari proses administrasi tertulis berjalan.
“Secara sementara waktu itu secara lisan terlebih dahulu untuk mengizinkan inisiatif Kalapas untuk mohon izin membuat rumah dinas pegawai,” ujar Deni dalam rapat tersebut.
Baca juga: Penyidik Ajukan Pencekalan ke Luar Negeri terhadap Bupati Gowa Usai Ditetapkan Tersangka
Artikel Terkait
Presiden Serbia Vucic Tinggalkan Istana di Tengah Gelombang Demo, Kursi PM Jadi Incaran?
Penyidik Ajukan Pencekalan ke Luar Negeri terhadap Bupati Gowa usai Ditetapkan Tersangka
Macklemore Ubah Panggung Eropa Jadi Aksi Kemanusiaan untuk Palestina
KPK Telusuri Aset Ipda Yayat Lewat Pemeriksaan Sang Istri
Bupati Gowa Husniah Dijadwalkan Diperiksa di Bareskrim 1 Oktober, Penyidik Dalami Dugaan Korupsi dan TPPU