Baca Juga: Wakil Wali Kota Palu Hadiri Munas Transformasi Forwakada Jadi ASWAKADA di Yogyakarta
Pemerintah Thailand sudah memberikan perpanjangan waktu agar produsen tidak terkena denda besar akibat kelebihan pasokan dan perang harga. Tapi bagi banyak pelaku usaha, termasuk para diler Neta, krisis justru semakin dalam.
Chatdanai Komrutai, salah satu diler, menyebut keluhan pemilik mobil Neta membanjiri media sosial—dari masalah perawatan hingga buruknya layanan purnajual. Bahkan, lembaga pengawas konsumen kini sedang menyelidiki sejumlah aduan tersebut.
Meski begitu, Dewan Investasi Thailand menyatakan bahwa permasalahan Neta tidak akan mempengaruhi industri EV secara keseluruhan. “Pemerintah tetap berkomitmen pada pengembangan industri otomotif dan terus mendukung kebijakan teknologi EV,” bunyi pernyataan resminya.
Baca Juga: Semarak Bhayangkara Open Turnamen Domino Kapolda Cup Resmi Dibuka, Ribuan Peserta Adu Strategi
Siamnat Panassorn dari Asosiasi Kendaraan Listrik Thailand pun menilai kasus Neta bersifat spesifik perusahaan, bukan kelemahan dari kebijakan pemerintah. Namun, ia mengingatkan bahwa tekanan eksternal seperti ketegangan geopolitik dan ancaman tarif impor juga ikut memperberat beban sektor ini.