METROSELEBES.COM - Saat ini, kebutuhan nikel dunia cukup tinggi. Namun, hal ini tidak sejalan dengan produksi nikel PT Vale yang ada di Luwu Timur, Sulawesi Selatan.
PT Vale Indonesia Tbk (IDX Ticker: INCO) baru - baru ini mengumumkan hasil produksinya pada 2022.
PT Vale hanya membukukan 60.090 metrik ton nikel dalam matte yang dihasilkan sepanjang 2022 lalu.
Baca Juga: 2 Amalan Terbaik di Bulan Rajab, Mudah Banget Tapi Sering Diabaikan
Ada beberapa faktor yang mengakibatkan produksi nikal PT Vale menurun.
“Kinerja Tanur 1, Tanur 2 dan Tanur 3 berada di atas anggaran untuk tahun 2022, namun produksi tahunan secara keseluruhan lebih rendah dari target kami sebelumnya, terutama karena keterlambatan dalam penyelesaian pembangunan kembali Tanur 4,” kata Febriany Eddy, CEO dan Presiden Direktur Perseroan dalam siaran persnya.
Produksi pada triwulan keempat tahun 2022, tercatat mencapai 16.183 t nikel dalam matte.
Produksi ini sekitar 8 persen lebih rendah bila dibandingkan dengan volume produksi yang direalisasikan pada triwulan III tahun 2022.
Baca Juga: Cara Beli Tabung LPG 3 Kg Terbaru Setelah Kriteria Konsumen Dibatasi
Begitu juga produksi secara year-on-year.
Basis produksi pada 2022 juga menurun 8 persen dibandingkan dengan produksi pada 2021 lalu.
Hal itu disebabkan oleh pelaksanaan proyek pembangunan kembali Tanur 4 pada 1H22. (***)
Artikel Terkait
Pemuda Luwu Sayangkan Sikap Pemerintah, Dinilai Biarkan Tambang Ilegal Beroperasi
7 Kecamatan Bentuk Toraja Utara Barat, Ingin Pisah dari Kabupaten Induk
8 Pelaku Narkoba Diringkus Polres Palopo, Sabu Dibeli Lewat Media Sosial
Calon Provinsi Sulawesi Timur Segera Mekar, Masyarakat Sambut Gembira