Bahkan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) disebut akan dilibatkan untuk membantu menyusun kurikulum pelatihan berbasis kebutuhan lokal.
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) juga akan dilibatkan agar sinergi dengan program dana desa dapat diperkuat.
Menurut pengamat ekonomi kerakyatan dari Universitas Gadjah Mada, Dr. Laksmi Dewi, langkah ini sangat strategis untuk mengembalikan roh koperasi ke tengah-tengah masyarakat.
Baca Juga: Anggaran Boleh Naik, Tapi Keadilan Harus Ditegakkan: Seruan dari Timur Indonesia
“Selama puluhan tahun, koperasi hanya jadi pelengkap. Sekarang, jika dikelola profesional, bisa jadi mesin utama pembangunan desa,” ujarnya dalam wawancara terpisah.
Dengan pelatihan yang tepat dan dukungan dari berbagai sektor, koperasi tak lagi sekadar jargon, melainkan bisa menjelma menjadi kekuatan ekonomi baru dari desa untuk Indonesia.
Pemerintah dan masyarakat kini dihadapkan pada momentum langka untuk menata ulang fondasi ekonomi nasional dari akar rumput.***