Selain wacana transportasi laut, Menag juga mengungkapkan rencana besar renovasi lokasi-lokasi penting dalam pelaksanaan haji.
Salah satunya adalah kawasan Mina yang akan dibangun hingga delapan lantai dan tidak lagi menggunakan tenda.
“Jalan layang juga akan ditambah. Ini membuka kemungkinan baru dalam pelayanan haji,” tandasnya.
Baca Juga: Soal Dana Calon Jemaah Haji Furoda, Menag: Pengembalian Tergantung Pihak Travel
Pernyataan Menag ini membuka harapan baru bagi jutaan umat Islam di Indonesia, terutama yang selama ini terkendala biaya tinggi dalam menjalankan ibadah ke Tanah Suci.
Jika terwujud, jalur laut bisa menjadi opsi menarik sekaligus romantisme perjalanan spiritual seperti masa lampau. ***