Oleh karena itu, Istiwa A’zam menjadi momen langka namun sangat bermanfaat untuk meluruskan arah kiblat, terutama bagi masjid, mushola, dan rumah tinggal yang belum memiliki penentuan arah kiblat yang presisi.
Sebagai tambahan, berdasarkan pengalaman sebelumnya, Kemenag RI juga selalu mengimbau kantor wilayah dan kantor urusan agama di daerah untuk turut menyosialisasikan fenomena ini ke masyarakat agar terjadi penyeragaman arah kiblat secara nasional.
Dengan adanya fenomena Istiwa A’zam, masyarakat tidak hanya memperoleh pembelajaran astronomi sederhana tetapi juga memperkuat praktik ibadah secara lebih tepat dan ilmiah.***