BOGOR, METROSELEBES.COM – Upaya akselerasi pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Jalan Tol Ciawi–Sukabumi kembali menjadi sorotan setelah Plt. Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan, Mayjen TNI (Purn) Kasuri, melakukan verifikasi lapangan pada Kamis (19/6/2025).
Kunjungan tersebut bertujuan mendorong percepatan konstruksi sekaligus menyelesaikan berbagai kendala teknis di lapangan, khususnya pada Zona B.
Keterlambatan dalam pengadaan lahan dan lemahnya koordinasi antar pemangku kepentingan menjadi tantangan utama dalam proyek ini.
Baca Juga: Sinergi Gizi Nasional: KSP Perkuat Aksi Cepat MBG di Daerah 3T
Hingga 15 Juni 2025, progres konstruksi Seksi 3 baru mencapai 46,626% dari target 55,709%, mengalami deviasi sebesar -9,083%.
Target pemerintah adalah menekan deviasi konstruksi hingga 0% pada akhir Agustus 2025, agar pembangunan Tol Ciawi–Sukabumi dapat sesuai dengan jadwal operasional nasional.
KSP turut menyoroti kebutuhan lahan tambahan di Zona A, terutama akibat kontur tanah yang menantang dan potensi genangan banjir.
Selain itu, sistem drainase di Zona B juga menjadi fokus utama karena akan berdampak langsung pada operasional pascapembangunan.
KSP mendesak PT Trans Jabar Tol untuk memastikan bahwa desain teknis proyek telah mampu mengakomodasi kebutuhan saluran air secara menyeluruh dan optimal.
Sebagai catatan, jalan Tol Ciawi–Sukabumi merupakan bagian vital dari jaringan Tol Bocimi (Bogor–Ciawi–Sukabumi) yang ditargetkan memperlancar konektivitas wilayah selatan Jawa Barat.
Data Kementerian PUPR menyebutkan bahwa jika tuntas, proyek ini akan memangkas waktu tempuh dari Bogor ke Sukabumi dari 3,5 jam menjadi hanya 1,5 jam saja, serta menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi daerah.
Baca Juga: Misi Evakuasi Sunyi: Diplomasi Senyap Selamatkan WNI dari Iran dan Israel