JAKARTA, METROSELEBES.COM – Investasi syariah semakin berkembang di Indonesia dan kini hadir sebagai alternatif yang menarik bagi masyarakat.
Berbeda dengan investasi konvensional, produk ini dijalankan berdasarkan prinsip Islam yang menekankan keadilan, transparansi, serta menolak praktik terlarang seperti riba, perjudian, dan perdagangan barang haram.
Baca Juga: Pasar Saham Asia Menguat Tipis, Investor Tunggu Data Inflasi AS dan Pertemuan Trump–Putin
Instrumen investasi syariah yang tersedia saat ini cukup beragam, sehingga memberi keleluasaan bagi masyarakat untuk menyesuaikan pilihan dengan kebutuhan dan profil risiko masing-masing.
Saham Syariah
Instrumen ini hanya berasal dari perusahaan yang tercatat dalam Daftar Efek Syariah (DES) yang diterbitkan secara berkala oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI). Saham syariah bersifat fluktuatif mengikuti kondisi pasar, sehingga cocok bagi investor dengan toleransi risiko lebih tinggi.
Reksa Dana Syariah
Produk ini dikelola sesuai kaidah Islam dengan memberikan pilihan diversifikasi portofolio. Risiko reksa dana biasanya bergantung pada kinerja aset yang menjadi isi portofolio.
Sukuk dan Obligasi Syariah
Instrumen ini kerap dipilih investor jangka panjang karena pengelolaannya relatif stabil. Meski begitu, potensi risiko tetap ada, terutama terkait likuiditas.
Emas dan Properti Syariah
Di luar pasar modal, emas—baik fisik maupun digital—serta properti yang dikelola sesuai prinsip halal juga termasuk dalam investasi syariah. Risiko utamanya terletak pada fluktuasi harga dan kebutuhan modal yang cukup besar.
Baca Juga: Damai Rawan Timur Tengah Angkat Bursa Saham Kanada, Tapi Sektor Tambang Tersandung
Dengan banyaknya pilihan, investasi syariah memberikan peluang bagi masyarakat untuk tetap berinvestasi tanpa meninggalkan prinsip halal. Namun, setiap instrumen tetap memiliki risiko masing-masing yang perlu diperhatikan dengan cermat.
Pada akhirnya, kunci investasi syariah adalah menyesuaikan instrumen dengan tujuan keuangan, kebutuhan, serta tingkat risiko yang sanggup ditanggung.***
Artikel Terkait
Studi Kelayakan Kereta Api Trans Borneo Rampung 2026, Malaysia-Brunei-Indonesia Siap Terkoneksi Jalur Rel Cepat
Istana Imbau Masyarakat Hentikan Aktivitas Selama 3 Menit Saat Detik-Detik Proklamasi 17 Agustus
Menkes Budi Gunadi Kecam Intimidasi Terhadap Dokter Syahpri di RSUD Sekayu, Siap Beri Dukungan Hukum
Soal Intimidasi Keluarga Pasien RSUD Sekayu, Dokter Syahpri Didukung PB IDI Dan Kemenkes Tempuh Jalur Hukum
Mentan Amran Ajak Petani Muda Bangkit, Beberkan Tren Ekspor-Impor Pertanian 2025
Prabowo Tegas Bantah Anggapan Pemikiran Bung Karno Dan Bung Hatta Sudah Tak Relevan
Prabowo Selamatkan Rp300 Triliun Dana APBN 2025 Dari Risiko Korupsi Dan Dialihkan Untuk Rakyat
Bitcoin Sempat Sentuh Rp1,93 Miliar per Koin Sebelum Anjlok Usai Data Inflasi AS Tekan Pasar
Prabowo Canangkan 80 Ribu Koperasi Desa, Tonggak Baru Ekonomi Kerakyatan
Prabowo Tegaskan Tak Akan Lindungi Jenderal Atau Partai Yang Terlibat Tambang Ilegal