Investasi Syariah Bisa Jadi Alternatif, Kenali Instrumen Dan Risikonya

photo author
REDAKSI, Metro Selebes
- Minggu, 17 Agustus 2025 | 05:45 WIB
Investasi syariah adalah produk keuangan yang dijalankan berdasarkan prinsip Islam.  (Foto : Unsplash/Markus Winkler)
Investasi syariah adalah produk keuangan yang dijalankan berdasarkan prinsip Islam. (Foto : Unsplash/Markus Winkler)

JAKARTA, METROSELEBES.COM – Investasi syariah semakin berkembang di Indonesia dan kini hadir sebagai alternatif yang menarik bagi masyarakat.

Berbeda dengan investasi konvensional, produk ini dijalankan berdasarkan prinsip Islam yang menekankan keadilan, transparansi, serta menolak praktik terlarang seperti riba, perjudian, dan perdagangan barang haram.

Baca Juga: Pasar Saham Asia Menguat Tipis, Investor Tunggu Data Inflasi AS dan Pertemuan Trump–Putin

Instrumen investasi syariah yang tersedia saat ini cukup beragam, sehingga memberi keleluasaan bagi masyarakat untuk menyesuaikan pilihan dengan kebutuhan dan profil risiko masing-masing.

Saham Syariah
Instrumen ini hanya berasal dari perusahaan yang tercatat dalam Daftar Efek Syariah (DES) yang diterbitkan secara berkala oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI). Saham syariah bersifat fluktuatif mengikuti kondisi pasar, sehingga cocok bagi investor dengan toleransi risiko lebih tinggi.

Reksa Dana Syariah
Produk ini dikelola sesuai kaidah Islam dengan memberikan pilihan diversifikasi portofolio. Risiko reksa dana biasanya bergantung pada kinerja aset yang menjadi isi portofolio.

Sukuk dan Obligasi Syariah
Instrumen ini kerap dipilih investor jangka panjang karena pengelolaannya relatif stabil. Meski begitu, potensi risiko tetap ada, terutama terkait likuiditas.

Emas dan Properti Syariah
Di luar pasar modal, emas—baik fisik maupun digital—serta properti yang dikelola sesuai prinsip halal juga termasuk dalam investasi syariah. Risiko utamanya terletak pada fluktuasi harga dan kebutuhan modal yang cukup besar.

Baca Juga: Damai Rawan Timur Tengah Angkat Bursa Saham Kanada, Tapi Sektor Tambang Tersandung

Dengan banyaknya pilihan, investasi syariah memberikan peluang bagi masyarakat untuk tetap berinvestasi tanpa meninggalkan prinsip halal. Namun, setiap instrumen tetap memiliki risiko masing-masing yang perlu diperhatikan dengan cermat.

Pada akhirnya, kunci investasi syariah adalah menyesuaikan instrumen dengan tujuan keuangan, kebutuhan, serta tingkat risiko yang sanggup ditanggung.***

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mahful Haruna

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Prabowo Tegaskan Komitmen Rakyat dan Keamanan Nasional

Selasa, 2 September 2025 | 19:20 WIB
X