Diduga Ventilasi Tertutup Tembok, Aksi Bongkar Batako Berujung Kaca Jendela Pecah

photo author
Syamsir Anchi, Metro Selebes
- Rabu, 23 September 2026 | 09:28 WIB
Video kiriman warga memperlihatkan konflik antartetangga akibat pembangunan tembok dekat jendela yang berujung kaca pecah dan memicu perdebatan netizen. (Dok.Instagram@kawakiby lawyers)
Video kiriman warga memperlihatkan konflik antartetangga akibat pembangunan tembok dekat jendela yang berujung kaca pecah dan memicu perdebatan netizen. (Dok.Instagram@kawakiby lawyers)

Inti berita:

• Video kiriman warga memperlihatkan perselisihan antartetangga yang diduga berkaitan dengan batas lahan dan pembangunan tembok dekat jendela.

• Aksi bongkar batako berujung kaca pecah, sementara kronologi lengkap dan posisi hukum kedua pihak belum terverifikasi.

 

METROSELEBES.com – Sebuah video kiriman warga memperlihatkan perselisihan antartetangga yang berujung pada aksi saling merusak. Dalam rekaman yang beredar di media sosial, seorang perempuan terlihat membongkar susunan batako yang berdiri tepat di depan area jendela rumahnya hingga sebagian dinding tersebut runtuh.

Rekaman itu memperlihatkan tembok dari susunan bata yang masih dalam proses pembangunan. Posisinya tampak sangat dekat dengan bangunan rumah di sebelahnya dan menutup bagian depan jendela. Kondisi tersebut diduga menjadi pemicu keberatan penghuni rumah yang kemudian berusaha meruntuhkan batako dari arah dalam.

Baca juga: Keluar KPK dengan Rompi Oranye, Bupati Bolmut Sirajudin Minta Warga Doakan Proses Hukumnya 

Ketegangan kemudian meningkat. Dari rekaman warga tersebut, terlihat material bangunan dilemparkan dari arah luar menuju jendela. Benturan material itu membuat kaca jendela pecah. Namun, video yang beredar tidak memperlihatkan secara utuh kronologi awal perselisihan sehingga belum dapat dipastikan siapa yang lebih dahulu melakukan tindakan yang memicu keributan.

Persoalan tersebut kemudian memancing beragam tanggapan warganet. Sebagian mempertanyakan pembangunan tembok yang sangat dekat dengan jendela, sementara lainnya menyoroti keberadaan jendela yang berada di dekat batas lahan. Salah satu netizen menulis, “Sama-sama salah. Yang punya jendela gak sisain tanah kosong buat jendelanya. Yang bangun tembok juga gak mau.”

Baca juga: KPK Telusuri Belasan Rumah Mewah Ipda Yayat, Jejak Aset Polisi yang Terungkap dari Kasus Bekasi 

Komentar lain mencoba menawarkan sudut pandang berbeda. “Jika masing-masing rumah memberikan jarak satu meter dari batas tanah, maka hidup bertetangga akan aman deh,” tulis seorang pengguna. Ada pula netizen yang menyebut posisi jendela dalam video sebenarnya tidak menghadap langsung ke rumah tetangga. Beragam komentar itu menunjukkan publik belum memiliki gambaran lengkap mengenai status batas tanah dan posisi bangunan kedua pihak.

Sampai informasi ini ditulis, lokasi kejadian dan identitas pihak-pihak yang terlibat belum terverifikasi secara independen. Karena itu, dugaan mengenai siapa yang berada di pihak yang benar maupun salah tidak dapat ditarik hanya dari video singkat tersebut. Status kepemilikan lahan, batas persil, keberadaan jendela serta izin atau ketentuan pembangunan perlu diperiksa untuk mengetahui duduk persoalan sebenarnya.

Baca juga: Lima Jam Geledah Rujab dan Kantor Bupati Gowa, Polisi Angkut Satu Peti Dokumen Diduga terkait PBG dan SLF 

Perselisihan yang terekam warga ini menjadi pengingat bahwa persoalan batas rumah sebaiknya diselesaikan melalui jalur komunikasi dan mediasi, bukan dengan aksi saling merusak. Jika terdapat keberatan terkait pembangunan, masing-masing pihak dapat menempuh mekanisme lingkungan maupun jalur hukum. Sementara dugaan perusakan terhadap properti juga perlu dibuktikan berdasarkan kronologi lengkap dan keterangan kedua belah pihak. (*)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Syamsir Anchi

Tags

X