Proyek Baterai Raksasa Prabowo di Karawang Serap 35 Ribu Tenaga Kerja

photo author
Abdul Rifai, Metro Selebes
- Senin, 30 Juni 2025 | 08:49 WIB
Presiden Prabowo Subianto secara resmi meresmikan groundbreaking proyek ekosistem baterai listrik terintegrasi pertama dan terbesar di Asia Tenggara yang berlokasi di Karawang, Jawa Barat. (Instagram bahlillahadalia)
Presiden Prabowo Subianto secara resmi meresmikan groundbreaking proyek ekosistem baterai listrik terintegrasi pertama dan terbesar di Asia Tenggara yang berlokasi di Karawang, Jawa Barat. (Instagram bahlillahadalia)

 

KARAWANG, METROSELEBES.COM – Presiden Prabowo Subianto secara resmi meresmikan groundbreaking proyek ekosistem baterai listrik terintegrasi pertama dan terbesar di Asia Tenggara yang berlokasi di Karawang, Jawa Barat.

Proyek yang dijalankan oleh Konsorsium ANTAM-IBC-CBL ini disebut sebagai salah satu investasi strategis dengan nilai fantastis mencapai USD 5,9 miliar atau sekitar Rp96 triliun, dan diproyeksikan menyerap lebih dari 35.000 tenaga kerja langsung maupun tidak langsung.

Dalam peresmian tersebut, Presiden didampingi oleh Menteri Investasi Bahlil Lahadalia dan sejumlah pejabat lainnya.

Baca Juga: Akses Digital Merata: Meutya Hafid Pastikan Sekolah Rakyat Yogyakarta Terkoneksi Internet

Proyek ekosistem baterai ini akan memproduksi baterai kendaraan listrik berbasis nikel dengan sistem terintegrasi dari hulu hingga hilir—mulai dari pertambangan, pengolahan, hingga manufaktur baterai.

Menurut Bahlil, proyek ini akan menjadi katalis percepatan hilirisasi industri nasional, membuka ribuan lapangan kerja, serta memberikan manfaat besar bagi ekonomi lokal dan nasional.

"Sesuai arahan Presiden Prabowo, hilirisasi harus berjalan dengan prinsip berkeadilan, berkelanjutan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pelaku usaha daerah," tegasnya.

Baca Juga: Indonesia Soroti Pemerataan Global di Forum AIIB Beijing, Serukan Akselerasi Infrastruktur Inklusif

Sebagai informasi tambahan, berdasarkan data Kementerian ESDM, Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia mencapai lebih dari 21 juta ton.

Inilah yang menjadi modal utama bagi Indonesia untuk memimpin rantai pasok baterai kendaraan listrik global.

Selain aspek industri, proyek ini juga diharapkan mendorong pembangunan kawasan ekonomi baru di Karawang dan sekitarnya.

Pemerintah menargetkan Indonesia menjadi pusat produksi baterai dan kendaraan listrik dunia pada tahun 2035.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Rifai

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Prabowo Tegaskan Komitmen Rakyat dan Keamanan Nasional

Selasa, 2 September 2025 | 19:20 WIB
X