Ketika Parlemen Dunia Islam Bersatu: Ada Apa di Balik Pertemuan PUIC 2025 di Jakarta?

photo author
Abdul Rifai, Metro Selebes
- Sabtu, 10 Mei 2025 | 23:03 WIB
Rapat Koordinasi Persiapan Tuan Rumah PUIC. FOTO : IST (Instagram puanmaharani)
Rapat Koordinasi Persiapan Tuan Rumah PUIC. FOTO : IST (Instagram puanmaharani)

 

 

JAKARTA, METROSELEBES.COM — Indonesia akan menjadi sorotan dunia internasional dengan menjadi tuan rumah Konferensi ke-19 Persatuan Parlemen Negara-negara OKI (PUIC) yang dijadwalkan berlangsung pada 12–15 Mei 2025 di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta.

Pertemuan prestisius ini bukan hanya forum diplomasi antarparlemen, namun juga menjadi momentum penting dalam memperingati 25 tahun berdirinya PUIC (Silver Jubilee).

Momen ini dinilai strategis dalam memperkuat solidaritas dan kerja sama negara-negara Islam di tengah dinamika global yang kompleks.

Baca Juga: India dan Pakistan di Ambang Bencana: Akankah Nuklir Jadi Pilihan?

Konferensi PUIC 2025 dirancang untuk membahas isu-isu krusial yang dihadapi dunia Islam. Beberapa agenda utama yang akan digelar antara lain:

  • Sidang Komite Tetap Spesialisasi, membahas solusi nyata atas persoalan politik, ekonomi, hak asasi manusia, serta ketahanan sosial di negara-negara anggota.

  • Pertemuan Parlemen Perempuan Muslim, yang fokus pada penguatan peran strategis perempuan dalam kebijakan dan pembangunan.

  • Komite Palestina, agenda khusus yang menyoroti dukungan terhadap kemerdekaan Palestina dan langkah konkret dari parlemen negara anggota.

  • Pertemuan Konsultatif Kelompok PUIC, sebagai forum koordinatif memperkuat hubungan antarparlemen dalam menghadapi tantangan global.

Baca Juga: Prabowo Tolak Mundurnya Hasan Nasbi, Istana Sebut Kontribusinya Masih Dibutuhkan

Konferensi ini akan dihadiri oleh delegasi dari 57 negara anggota OKI, serta pengamat dari organisasi internasional seperti Liga Arab, Uni Afrika, dan Organisasi Kerja Sama Islam (OIC). Kehadiran para ketua parlemen, legislator senior, dan tokoh-tokoh Islam dunia akan menjadikan PUIC 2025 sebagai forum utama diplomasi parlemen Islam global.

Sekretaris Jenderal PUIC, Mouhamed Khouraichi Niass, menegaskan bahwa konferensi ini merupakan “kesempatan langka” untuk menyatukan visi dunia Islam dalam menjawab tantangan seperti ketidakadilan, Islamofobia, dan konflik kawasan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Rifai

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Prabowo Tegaskan Komitmen Rakyat dan Keamanan Nasional

Selasa, 2 September 2025 | 19:20 WIB
X