JAKARTA, METROSELEBES.COM - Inspektur Jenderal Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, Letnan Jenderal TNI Rui F.G.P. Duarte, resmi menandatangani perjanjian kerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN) di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, pada Kamis (8/5/2025).
Kerja sama ini difokuskan pada penguatan sumber daya manusia melalui pemantauan kegiatan pendidikan dasar militer dan pelatihan manajerial dalam rangka mendukung program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI).
Dalam sambutannya, Irjen Kemhan menyatakan bahwa kolaborasi ini bertujuan untuk menyinergikan kompetensi Kemhan dan BGN dalam konteks pembinaan SDM unggul yang berkarakter, disiplin, serta memahami pentingnya gizi dalam pembentukan kualitas sumber daya pertahanan negara.
Baca Juga: PANRB-KPK Perkuat Sinergi, Wujudkan Tata Kelola SDM yang Bersih dan Profesional
“Kerja sama ini menjadi tonggak penting dalam menjamin kualitas pendidikan dasar militer yang lebih komprehensif, termasuk pembinaan karakter dan ketahanan fisik berbasis pendekatan gizi,” ujar Letjen Duarte.
Ia menambahkan bahwa kerja sama ini dilandaskan pada prinsip kode etik auditor, kemitraan yang setara, serta saling menghormati tugas dan fungsi kelembagaan masing-masing.
Irjen Kemhan juga menegaskan pentingnya menjunjung tinggi etika dalam kerja sama lintas institusi.
Baca Juga: Airlangga Hartarto Perkuat Hubungan Ekonomi Indonesia-Jepang, Terima Penghargaan dari PM Jepang
Badan Gizi Nasional (BGN) di sisi lain menyambut baik kolaborasi ini sebagai bagian dari upaya memperluas peran strategis mereka di sektor non-kesehatan, khususnya dalam mendukung kesiapan dan ketahanan personel militer melalui intervensi gizi yang terukur.
Kepala BGN menyebutkan bahwa pihaknya siap memberikan dukungan data, pelatihan, serta asistensi teknis yang relevan.
Kerja sama lintas sektor seperti ini juga sejalan dengan agenda besar pemerintah dalam memperkuat sinergi antarinstansi untuk pencapaian tujuan pembangunan nasional yang berkelanjutan, sebagaimana diamanatkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.
Langkah ini diyakini akan memberikan dampak positif terhadap upaya pembinaan karakter dan kompetensi generasi muda, baik di lingkungan militer maupun masyarakat sipil, yang menjadi bagian dari program strategis SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045.***
Artikel Terkait
Airlangga Hartarto Perkuat Hubungan Ekonomi Indonesia-Jepang, Terima Penghargaan dari PM Jepang
PANRB-KPK Perkuat Sinergi, Wujudkan Tata Kelola SDM yang Bersih dan Profesional
Pertemuan Perdana di Laga Resmi, Inter dan PSG Siap Ukir Sejarah di Final Liga Champions
Kejagung Sita Total Rp6,8 Triliun Dari Skandal Sawit Duta Palma
Bareskrim Uji Keaslian Ijazah Jokowi, Ambil 7 Sampel Dari Rekan Kuliah Dan SMA
BPD Akan Punya Hari Nasional dan Gaji Standar, Ini Kata Menteri Desa
“Babak Baru Vatikan: Paus Leo XIV Resmi Gantikan Paus Fransiskus
Bongkar Data APBD dan Menangkan Hadiah Keren! Kompetisi Nasional Ini Siap Tantang Pelajar Se-Indonesia
Pendaftaran Calon Anggota Komisi Yudisial Dibuka: Kesempatan Emas untuk WNI Berkontribusi Menjaga Integritas Hakim
5 Juta Kasus Pornografi Anak dan 80 Ribu Anak Terpapar Judi Online, Indonesia Darurat Ruang Digital Anak!