“Kebijakan ini disambut baik jemaah lansia dan disabilitas. Mereka tidak terlalu kelelahan saat menjalani puncak haji dan mendapatkan pelayanan lebih maksimal dari petugas. Sementara manasik ibadahnya tetap dilaksanakan, termasuk melalui skema badal,” papar Subhan.
Untuk tahun depan, lanjut Subhan, pihaknya akan menyiapkan penerapan skema tanazul. Kebijakan ini dalam rangka mengurangi kepadatan jemaah haji saat mabit (menginap) di tenda Mina.
Konsepnya, jemaah yang tinggal di hotel dekat area jamarat, akan kembali ke hotel (tidak menempati tenda di Mina).
“Konsepnya mereka akan menginap pada malam hari di area terdekat jamarat (tempat lontar jumrah) hingga mencukupi waktu mabit. Setelah itu, mereka kembali ke hotel untuk istirahat. Ini rencana akan diterapkan bagi jemaah yang hotelnya di dekat jamarat,” jelas Subhan.
“Dalam skema tanazul ini, kita kaji juga konsep penyiapan katering bagi jemaah haji yang kembali ke hotel saat fase mabit di Mina,” lanjutnya.
Subhan berharap terobosan ini bisa menjadi solusi atas kepadatan tenda di Mina sekaligus memberi kenyamanan bagi jemaah dengan tetap mempertimbangakan keabsahan pada aspek manasik hajinya.***
Artikel Terkait
Pengumuman Hasil Pasca Sanggah Seleksi Administrasi CPNS Kementerian Agama 2024: 8.744 Pelamar Lulus
Kabar Duka: Artis Senior Marissa Haque Meninggal Dunia di Usia 62 Tahun
Perjalanan Karier Politik Marissa Haque: Dari Dunia Hiburan ke Panggung Politik
Proses Sertifikasi Halal Dibuat Dengan Lebih Cepat, Menag: Ribuan Lapangan Kerja Tercipta
Cerita Baim Wong Tentang Masalah Keluarganya, Berikut Alasan Yang Di Ungkap Ke Media