METRO SELEBES.COM- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan keterangan pers usai mengikuti rapat terbatas (ratas) yang dipimpin Presiden Joko Widodo terkait persiapan penyelenggaraan World Water Forum (WWF) ke-10.
Presiden Joko Widodo memimpin Rapat Terbatas (Ratas) yang diadakan pada hari ini untuk membahas persiapan Indonesia dalam menghadapi Forum Air Dunia ke-10.
Dalam Ratas tersebut, Presiden Jokowi menekankan pentingnya peran Indonesia dalam menjaga kehausan sumber daya udara.
Baca Juga: KPK Periksa Petinggi PT Taspen Terkait Pengelolaan Dana Investasi
Forum internasional ini diadakan dalam beberapa bulan mendatang, yang mempertemukan para pemimpin dan ahli dari seluruh dunia untuk membahas isu-isu penting seputar udara.
Ketersediaan udara yang cukup dan berkualitas sangat penting untuk mendukung berbagai sektor pembangunan, mulai dari pertanian hingga industri dan kebutuhan rumah tangga.
“Indonesia mempunyai tanggung jawab besar dalam menjaga dan mengelola sumber daya air yang ada. Kita harus memastikan bahwa sumber daya ini dapat dinikmati oleh generasi sekarang dan yang akan datang,” kata Presiden Jokowi.
Selain itu, dalam rapat tersebut dibahas juga strategi untuk memastikan bahwa Indonesia memiliki peran yang aktif dalam Forum Air Sedunia ke-10, termasuk penyampaian gagasan dan solusi konkret untuk mengatasi tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan air.
Partisipasi aktif Indonesia dalam World Water Forum ke-10 diharapkan dapat memperkuat peran negara ini dalam panggung global dalam mengatasi isu-isu udara, serta memperkuat kerja sama antarnegara dalam hal pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya air secara berkelanjutan.
“Tadi mengikuti ratas persiapan final touch untuk World Water Forum yang akan diselenggarakan di Bali tanggal 19 sampai tanggal 20. Sebenarnya lebih awal karena ada beberapa pertemuan-pertemuan lain sebelumnya. Persiapan-persiapannya sudah final,” ujar Menko Luhut.
Menko Luhut mengatakan bahwa forum tersebut merupakan pertemuan penting bagi para pemimpin global dan ahli udara yang diharapkan akan menjadi ajang yang produktif untuk membahas isu-isu perpindahan udara di seluruh dunia.
Lebih lanjut, Menko Luhut juga mengungkapkan optimisme tinggi terkait pelaksanaan forum yang akan dihadiri oleh 14 kepala negara dan sekitar 50 ribu peserta.
“Ada 14 kepala negara dan 50 ribu (peserta) yang akan hadir. Dan itu Pak Sandiaga Uno sudah senyum-senyum karena sudah habis semua hotelnya dia,” ungkap Menko Luhut.
Selain menjadi pusat diskusi global, forum ini juga dianggap sebagai momentum yang sangat baik bagi sektor pariwisata Indonesia. Oleh karena itu, persiapan dari segi logistik, wilayah, hingga keamanan juga harus terjamin.
Artikel Terkait
Pada Juni 2024 Akan Ada Asesmen Kompetensi Guru Madrasah Dengan Basis Digital
Kerjasama Antara Arab Saudi dan Indonesia Tentang Standar Halal
Rutan Donggala Menggelar Kegiatan Ibadah Bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang Beragama Kristen
Jokowi Umumkan Kabar Gembira: 200 Ribu Formasi Khusus di IKN untuk Honorer, Menpan RB Siap Buka Lowongan
KPK Periksa Petinggi PT Taspen Terkait Pengelolaan Dana Investasi