MetroSelebes- Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang yang diakibatkan oleh gigitan nyamuk yang membawa virus Dengue.
Pada umumnya nyamuk yang membawa virus tersebut adalah nyamuk jenis Aedes aegypti atau Aedes albopictus.
Menurut Data dari https://p2pm.kemkes.go.id/ diketahui bahwa sepanjang tahun 2023 terdapat 422 kasus kematian diakibatkan dengue.
Selain itu terdapat 57.884 kasus dengue yang terjadi selama tahun 2023. Hal ini menjadi perhatian serius dari kementrian kesehatan RI untuk menekan jumlah kasus dan jumlah kematian akibat DBD.
Salah satu upaya yang sementara dilakukan oleh pemerintah saat ini untuk mewujudkan indonesia bebas DBD adalah dengan menerbitkan Surat Keputusan Menteri kesehatan RI Nomor 1341 tentang Penyelenggaraan Pilot Project Implementasi Wolbachia sebagai Inovasi Penanggulangan Dengue.
Apakah itu?
Singkatnya project tersebut adalah upaya melakukan penyebaran Wolbachia yang merupakan upaya untuk menekan penyebaran dengue oleh nyamuk Aedes aegypti.
Metode Wolbachia adalah sebuah metode yang menanamkan bakteri wolbachia ke dalam tubuh nyamuk.
Bakteri ini dapat tumbuh alami diserangga terutama nyamuk, kecuali nyamuk aedes aegypti. Bakteri Wolbachia dapat melumpuhkan virus dengue, sehingga apabila ada nyamuk aedes aegypti menghisap darah yang mengandung virus dengue akan resisten sehingga tidak akan menyebar ke dalam tubuh manusia.
Metode yang telah disetujui Kementerian Kesehatan ini, akan diterapkan di Kota Bontang tahun ini. Penanganan dengan Wolbachia sudah dilakukan uji coba di 2 kota di Indonesia, Bantul dan Yogyakarta dengan hasil yang memuaskan.
Selanjutnya Lima kota penerapan inovasi Wolbachia sesudah Yogyakarta sesuai SK Kemenkes RI adalah Jakarta Barat, Bandung, Semarang, Bontang, Kupang,".