METROSELEBES- Kebakaran Hutan dan Lahan (KARHUTLA) merupakan hal yang sering terjadi akibat kemarau yang berkepanjangan. Namun, selain diakibatkan oleh faktor alam karhutla juga dapat disebabkan oleh aktifitas masyarakat yang membuka lahan dengan cara yang kurang baik yakni dengan cara dibakar.
Karhutla dapat menyebabkan polusi yang membahayakan saluran pernafasan karena partikel – partekel polusi dapat masuk dan mengakibatkan berbagai penyakit pernafasan seperti ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut)
Karhutla bukan hanya memberikan dampak kepada lingkungan suatu negara yang mengalaminya tetapi juga dapat mempengaruhi kualitas udara negara tetangga.
Hal ini sering terjadi dalam cerita bertetangga antar jiran yakni Indonesia dan Malaysia.
Malaysia beberapa kali mengeluhkan penanganan kebakaran hutan dan lahan di Indonesia, sebab negara mereka turut mendapatkan kiriman berupa asap yang tidak baik bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat di Negara itu.
Dilansir dari Kompas.com, Direktur Jenderal Departemen Lingkungan Hidup Malaysia Wan Abdul Latiff Wan Jaffar pada Jumat (29/9/2023) mengatakan, ratusan kebakaran hutan di Indonesia menyebabkan kabut asap mencapai Malaysia dan memperburuk kualitas udara.
Bukan hanya sekali saja, pada tahun 2019 peristiwa serupa juga terjadi sehingga mengakibatkan pemerintah Malaysia mendesak pemerintah Indonesia untuk mengatasi masalah tahunan tersebut.
Dalam catatan terakhir bersumber dari kementrian LHK tercatat 7.565 titik api yang ada diseluruh wilayah Indonesia.
Dari total tersebut diketahui terdapat 414 titik api dengan kategoti tingkat kepercayaan tinggi, 6721 titik dengna tingkat kepercayaan sedang dan 430 titik dengan tingkat kepercayaan rendah.
Dilansir dari media Indonesia, pada tanggal 1 Oktober 2023, Wakil Menteri LHK Alue Dohong didampingi Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan Hanif Faisol Nurofiq, Dirjen PPI dan Dirjen KSDAE memimpin rapat koordinasi penanganan darurat Karhutla di Kalsel.
Kegiatan yang dikuti Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Korem 101/Antasari, Polda Kalsel serta instansi terkait lainnya ini dipusatkan di Posko Karhutla Kelurahan Guntung Damar Banjarbaru.
"Ini kondisi emergency, prinsipnya kita kerja bareng, mobilsasi semua sumber daya yang ada, tenaga, peralatan dan semuanya. Polanya pemadaman di darat dan dikombinasikan water bombing," tegas Alue Dohong.