METROSELEBES.COM - Sikap sombong tak ada yang menyukainya. Meski demikian, masih banyak orang yang sombong.
Kenapa demikian? Sebab sikap sombong terkadang kita tidak sadari muncul dari dalam diri kita.
Untuk itulah, dibutuhkan evaluasi diri yang terus menerus agar supaya kita bisa terhindar dari sikap sombong.
Baca Juga: Nikah Via Telepon, Apakah Sah Menurut Islam
Bahaya sikap sombong sendiri akan merugikan buat kita. Ini akan menjadi pembahasan kita kali ini.
Beberapa tipologi sombong hendaknya dapat dihindari. Bahasa tubuh misalnya adalah bisa jadi kesombongan bila tidak berhati hati.
وقال تَعَالَى: {وَلا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلاَ تَمْشِ فِي الأَرْضِ مَرَحًا إنَّ اللهَ لا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ} [لقمان: 18].
ومعنى ((تُصَعِّر خَدَّكَ لِلنَّاسِ)): أيْ تُمِيلُهُ وتُعرِضُ بِهِ عَنِ النَّاسِ تَكَبُّرًا عَلَيْهِمْ. وَ((المَرَحُ)): التَّبَخْتُرُ. .
Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri.
Makna dari kata memalingkan wajah adalah mengangkat dagu dari manusia dengan bahasa tubuh yang sombong.
Ucapan kasar dan keras juga bisa tergolong ucapan sombong, itu karena ada rasa orang lain itu lemah dan bodoh.
Baca Juga: Jadikan Orang Saleh Sebagai Panutan
Pada akhirnya, saat komunikasi selalu cenderung mendikte dan tidak mau dengar pertimbangan orang lain ini juga bisa terkategori sikap sombong
((ألا أُخْبِرُكُمْ بأهْلِ النَّار: كلُّ عُتُلٍ جَوّاظٍ مُسْتَكْبرٍ)). متفقٌ عَلَيْهِ،