Inti berita:
• Mahasiswa KKN-PK Angkatan 69 Unhas Posko Desa Tellu Boccoe menggelar Program SIAGA HIPERDIA melalui skrining tekanan darah dan glukosa serta edukasi pencegahan hipertensi dan diabetes bagi masyarakat.
METROSELEBES.com, BONE – Upaya membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan sejak dini terus dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin. Di Desa Tellu Boccoe, Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone, mahasiswa KKN-PK Posko Desa Tellu Boccoe menghadirkan Program SIAGA HIPERDIA atau Skrining dan Edukasi Hipertensi dan Diabetes.
Program yang mengusung tema peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan hipertensi dan diabetes melitus melalui skrining kesehatan dan edukasi tersebut dilaksanakan pada 23–24 Juli 2026. Kegiatan dipusatkan di Dusun Panyula dan Posyandu Tinco, Desa Tellu Boccoe, dengan menyasar masyarakat sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif terhadap penyakit tidak menular.
"Selama pelaksanaan, warga mendapatkan layanan skrining kesehatan berupa pemeriksaan tekanan darah dan kadar glukosa darah," ujar Kurnideya Matta, perwakilan mahasiswa posko Desa Tellu Boccoe kepada MetroSelebes.com. Menurutnya, pemeriksaan tersebut menjadi bagian penting untuk membantu masyarakat mengetahui kondisi kesehatannya sekaligus meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya deteksi dini terhadap hipertensi dan diabetes melitus yang dapat menimbulkan komplikasi apabila tidak dikendalikan.
Tidak hanya pemeriksaan kesehatan, mahasiswa KKN-PK juga memberikan edukasi secara interaktif kepada masyarakat. Materi yang disampaikan mencakup faktor risiko, gejala, komplikasi, serta langkah pencegahan hipertensi dan diabetes melalui penerapan pola hidup sehat, termasuk menjaga pola makan bergizi seimbang, meningkatkan aktivitas fisik, mengendalikan berat badan, dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Melalui Program SIAGA HIPERDIA, mahasiswa KKN-PK Unhas berharap masyarakat tidak berhenti pada mengetahui hasil pemeriksaan, tetapi juga memahami pentingnya menjaga kesehatan secara berkelanjutan. Edukasi dan skrining tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun kebiasaan hidup sehat sekaligus mendorong masyarakat lebih peduli terhadap pemeriksaan kesehatan secara rutin.
Program ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 tentang kehidupan sehat dan kesejahteraan. Di sisi lain, pelibatan mahasiswa, pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat memperkuat semangat kolaborasi yang sejalan dengan SDG 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.
Dengan pendekatan edukasi, skrining, dan pemberdayaan masyarakat, Program SIAGA HIPERDIA diharapkan dapat meningkatkan literasi kesehatan warga Desa Tellu Boccoe. Program tersebut juga diharapkan mampu mendorong deteksi dini serta membangun kesadaran untuk menerapkan pola hidup sehat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat. (*)
(Andin)