Pada dini hari 4 Juni 1989, tank-tank militer Tiongkok menggulung masuk ke Lapangan Tiananmen, menghancurkan demonstrasi damai mahasiswa dan pekerja yang telah berlangsung selama berminggu-minggu. Ribuan nyawa melayang, namun hingga kini, diskusi publik tentang tragedi tersebut tetap menjadi tabu di Tiongkok.
Baca Juga: Apakah Google Akan Kehilangan Dominasi di Dunia Pencarian? Berikut Penjelasannya.!!
Dengan tekad dan suara yang tak padam, Fu Tong dan komunitasnya di pengasingan berjuang menjaga ingatan kolektif tentang Tiananmen tetap hidup—sebagai bentuk perlawanan terhadap lupa yang dipaksakan.