MetroSelebes-Perjanjian Gencatan senjata yang disepakati bersama oleh pihak Pejuang Pembebasan Palestina (Hamas) dan Zionis Israel diperpanjang selama 2 hari
Memanfaatkan situasi tersebut kedua belah pihak saling bertukar tahanan yang merupakan salah satu isi perjanjian gencatan senjata.
Banyak cerita yang menghiasi proses pembebesan tahanan yang dilakukan oleh kedua belah pihak.
Baca Juga: Laga Kandang Terakhir di Palu, Fikri Ardiansyah Minta Dukungan Masyarakat Sulteng
Namun, fakta mencengangkan terungkap dari sisi gelap perlakuan tentara Israel terhadap tahanan warga palestina.
Salah satunya diungkapkan oleh Muhammad Nazzal, seorang remaja yang berasal dari Jenin yang dibebaskan setelah seminggu di tahan oleh Israel.
Dilansir dari www.aljazeera.com dia mangatakan bahwa dirinya dan semua tahanan Palestina diperlakukan dengan tidak baik.
"Mereka tidak memberi saya apapun, Situasi disana sangat buruk". Muhammad Nazzal dan para tahanan lainnya yang tidak diketahui jumlah pastinya di tahan di sebuah penjara yang berada di gurun Nagev yang terkenal dengan perlakuan buruk terhadap para tahanan Palestina.
Dirinya menambahkan saat berada disana, orang - orang tua ditempatkan di lantai dan mereka (tentara Israel) menginjaknya.
"Saya masih muda, saya bisa menerimanya, tapi begaimana dengan mereka?" ungkap Muhammad Nazzal sambil didampingi oleh ibunya yang berdiri disampingnya dengan terus menangis.
Ibunya mengungkapkan bahwa selama anaknya ditahan, dirinya tidak bisa berkomunikasi karena pihak Israel melarang tahanan untuk dikunjungi bahkan berkomunikasi lewat telepon.
Kini, Muhammad Nazzal telah kembali bersama kelauarganya. meskipun dengan keadaan fisik yang terluka.