MetroSelebes- Israel kembali melakukan serangan terhadap fasilitas kesehatan di jalur Gaza.
Kali ini serangan mereka tertuju pada Rumah Sakit Indonesia.
Mengetahui hal tersebut pemerintah Indonesia mengutuk serangan Israel tersebut dan terus menggalang dukungan untuk menyelamatkan Gaza dari genosida oleh Israel.
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam pernyataan resmi di sela menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Tiongkok-Organisasi Kerja sama Islam (OKI), di Beijing, Senin (20/11)
"Indonesia mengutuk sekeras-kerasnya serangan Israel ke Rumah Sakit Indonesia di Gaza yang menewaskan sejumlah warga sipil. Serangan tersebut merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum humaniter internasional".
Baca Juga: Umat Buddha Indonesia Menggelar Doa Bersama Untuk Perdamaian Pelestina
Baca Juga: Israel Gagal Total Untuk Membuktikan Markas Pejuang Hamas Palestina Berada di Bawah Rumah Sakit.....
Di lansir dari Al-Jazeera, RS Indonesia penuh dengan 6.000 orang. Termasuk staf dan dokter hingga 700 pasien berlindung di dalamnya.
Kini, Sebanyak 200 pasien dievakuasi dari rumah sakit dengan bantuan Palang Merah Internasional (IRC).
Para pasien yang di evakuasi tersebut telah dibawa dengan bus ke rumah sakit Nasser di kota selatan Khan Yunis.
Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengaku terkejut dengan serangan ini. Ia mengatakan seharusnya hal tersebut tidak terjadi.
Baca Juga: Biaya Haji 2024 Akan Naik, Berapa Banyak Harus Di bayar Jamaah Haji Indonesia ?
"Petugas kesehatan dan warga sipil tidak boleh mengalami kengerian seperti itu, terutama saat berada di dalam rumah sakit," tambahnya di akun media sosial X.