MetroSelebes - Israel sejak dulu telah melarang bendera Palestina dikibarkan. Dan penggunaan simbol semangka menjadi bentuk dukungan Palestina.
Zionis Israel memberlakukan aturan atau larangan selama puluhan tahun. Jika kedapatan melanggar, maka pelaku akan dijerat hukum yang berlaku di Negara tersebut.
Sejak 1993 silam, tepatnya pada kesepakatan Oslo, aturan tersebut tak diberlakukan lagi oleh Negara Zionis Israel dan mengakui keberadaan Palestina.
Baca Juga: Keutamaan Palestina Sendiri dan Masjidil Aqsa yang Wajib Harus Kita Ketahui Umat Islam Indonesia
Baca Juga: RAHASIA Dapat Tiket Pesawat Murah, Ada yang Lebih Murah Dari Tiket Bus atau Angkot! Simak Tipsnya
Ketika itu konflik Palestina-Israel kembali memuncak (memanas) dan simbol Semangka digunakan lagi dan sempat trending di medsos.
Penggunaan simbol semangka pertama kali muncul saat perang selama enam hari di tahun 1967. Ketika itu, Israel telah menduduki wilayah tepi barat, Gaza dan merebut Yerusalem Timur.
Pada saat itu, Israel melarang keras warga mengibarkan bendera Palestina. Dan untuk mengakalinya rakyat Palestina menggunakan buah semangka sebab memiliki kesamaan dengan bendera.
Nah sejak itu, dijadikanlah buah semangka sebagai simbol dukungan untuk warga Palestina.
Simbol ini juga digunakan oleh masyarakat secara umum atau global sebagai bentuk empati kepada rakyat Palestina atas penjajahan secara brutal oleh Zionis Israel dan menewaskan warga sipil.
Simbol semangka memiliki arti keberanian dan kekuatan. Untuk itu, makna dari simbol tersebut melambangkan perjuangan atau perlawanan rakyat Palestina atas penjajahan Zionis Israel.
Baca Juga: Potret Raja Ampatnya Sulawesi Tengah, Objek Wisata Paling Sering Dikunjungi Wisatawan Turis
Baca Juga: Tanggapan Polda Metro Terkait Keterangan Ketua KPK Bakal Tentukan Tersangka Kasus Mentan SYL