MetroSelebes - Pemandangan Kota Gaza yang hancur menjadi tanda awal dari perang terbuka yang diperkirakan akan berlangsung lama.
Pemimpin faksi di Palestina harus segera mengambil tindakan, sementara pemerintah Israel harus menghentikan pengusiran paksa dan pengambilan lahan warga Palestina yang sah.
Militan Israel telah melancarkan serangkaian serangan udara di Jalur Gaza sejak Sabtu hingga Minggu sebagai balasan atas serangan roket Hamas yang mendadak.
Menurut statistik yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan Palestina, lebih dari 300 warga Palestina telah tewas dan hampir 2.000 orang lainnya terluka akibat serangan udara Israel.
Selain itu, infrastruktur dan bangunan di Gaza mengalami kerusakan parah, dan pemadaman listrik serta komunikasi merata terjadi.
Bentrokan terbaru ini adalah yang paling parah sejak Mei 2021, ketika pertempuran 11 hari antara Hamas dan Israel telah menyebabkan kerugian besar, dengan 256 orang tewas di Gaza dan 13 orang di Israel.
Pada Sabtu, pejuang Hamas memasuki kota-kota Israel di sekitar Jalur Gaza, menyerang dan menangkap warga Israel dalam serangan mendadak.
Baca Juga: CARA KOTOR ISRAEL LAWAN HAMAS, Blokade Suplay Makanan ke Palestina, Warga Sipil Terancam Kelaparan
Roket-roket Hamas bahkan mencapai Yerusalem, mengakibatkan kematian lebih dari 300 warga Israel dan luka-luka pada ribuan lainnya.
Hamas mengklaim bahwa serangan Sabtu adalah respons terhadap blokade Israel di Gaza, yang telah berlangsung selama setahun terakhir, serta serangan di Masjidil Aqsa dan ekspansi pemukiman Israel di wilayah Palestina.
Banyak analis percaya bahwa konflik saat ini tidak akan berakhir dalam waktu dekat, karena Hamas siap untuk konflik yang berkepanjangan, dan Israel telah menunjukkan kesiapan untuk menggunakan kekuatan lebih besar sebagai respons.
Baca Juga: Konflik Bersenjata Palestina-Israel,Israel Resmi Menyatakan Perang Kepada Hamas, Banyak Korban Tewas
Pemerintah Israel merilis video pada hari Minggu yang menunjukkan pasukan keamanan mereka menyelamatkan warga sipil selama pertempuran di Gaza.