Inti berita:
• Dugaan pelecehan terhadap mahasiswa baru Unhas beredar di kalangan mahasiswa. Informasi dari kating dan keamanan menyoroti motor DD 2527 QZ, sementara pihak kampus masih dikonfirmasi.
METROSELEBES.com, MAKASSAR — Suasana di kalangan mahasiswa baru Universitas Hasanuddin (Unhas) mendadak diwarnai kewaspadaan setelah beredar informasi mengenai dugaan pelecehan terhadap seorang mahasiswi angkatan 2026. Demi menjaga privasi, identitas korban, termasuk nama atau inisial, fakultas, dan jurusannya, tidak dicantumkan.
Peristiwa tersebut diduga terjadi di kawasan Pintu Nol atau Jalan Politeknik Tamalanrea Indah, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar pada Ahad (23/8/2026) dini hari sekitar pukul 00.02 Wita. Informasi mengenai dugaan kejadian itu kemudian menyebar melalui grup WhatsApp dan disebut bersumber dari keterangan kakak tingkat (kating) serta bagian keamanan.
Dalam pesan yang beredar, mahasiswa diminta membantu memberikan informasi apabila melihat atau mengetahui keberadaan sepeda motor dengan nomor polisi DD 2527 QZ. Kendaraan tersebut diduga berkaitan dengan peristiwa yang dialami salah seorang mahasiswi baru Unhas.
Baca juga: Menjemput Integritas yang Tergadai, Mampukah Prof Ali Rokhman Membersihkan 'Noda Mandiri' di Unsoed?
“Teman-teman minta tolong siapapun yang sempat lihat atau ketemu sama Plat motor DD 2527 QZ, infokan secepatnya,” demikian bagian pesan yang beredar di kalangan mahasiswa.yang diterima redaksi, Senin (24/8/2026).
Pesan tersebut juga menyebut bahwa korban merupakan bagian dari salah satu angkatan mahasiswa baru. Namun, hingga informasi ini dihimpun, belum ada penjelasan terbuka mengenai kronologi lengkap dugaan pelecehan, termasuk bentuk tindakan yang dilaporkan.
Namun, berdasarkan rekaman CCTV yang diterima redaksi, tampak seorang perempuan mengenakan pakaian berwarna putih berteriak setelah diduga mengalami perlakuan tidak senonoh. Dalam rekaman tersebut, terlihat dua pria berboncengan melintas dari arah Perintis Kemerdekaan (PK) 7, tepatnya di depan Sentral Mahasiswa.
Perempuan tersebut kemudian tampak mendapat bantuan dari seorang pria yang berada di sekitar lokasi. Tak lama berselang, dua pria yang disebut berkaitan dengan kejadian itu kembali ke lokasi. Saat melihat keduanya, perempuan tersebut tampak mengenali mereka dan terdengar berkata, “Iya, itu, Kak,” sebelum berteriak meminta pertolongan.
Situasi kemudian sempat memanas ketika terduga menyerang pria yang ikut membantu perempuan tersebut. Terlihat melakukan kontak sebelum keduanya meninggalkan lokasi. Dalam rekaman juga terdengar pria yang membantu perempuan tersebut menyebut nomor polisi kendaraan yang digunakan, yakni “DD 2527 QZ platnya.”
Namun, rekaman CCTV tersebut belum dapat menjadi dasar untuk memastikan identitas maupun keterlibatan kedua pria tersebut dalam dugaan kejadian. Keterangan lebih lanjut masih diperlukan dari korban, saksi, pihak Unhas, maupun aparat berwenang.
Baca juga: Bukan Sekadar Rp2 Triliun, Sahroni Dorong Kejagung Bongkar Jejak Uang Kasus PT TPL