hukum-kriminal

Misteri Tewasnya Satpam Waduk Jatiluhur Kian Rumit, Isu Geng Motor Viral tapi Polisi Minta Publik Tak Berspekulasi

Rabu, 29 Juli 2026 | 13:03 WIB
Polisi turut mendalami dugaan keterkaitan geng motor dalam tewasnya Sumarna, Satpam Waduk Jatiluhur. (Instagram/infojawabarat)

Inti berita:

• Polisi masih mendalami penyebab tewasnya satpam Waduk Jatiluhur, Sumarna, di tengah viralnya dugaan keterlibatan geng motor.

• Aparat menegaskan proses penyidikan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah sambil mengumpulkan bukti dan memeriksa para saksi.

 

MetroSelebes.com, PURWAKARTA - Langit duka masih menyelimuti Waduk Jatiluhur sejak jasad Sumarna, seorang petugas keamanan, ditemukan mengapung dengan kedua tangan masih terborgol. Di tengah proses penyelidikan yang terus berjalan, ruang digital justru dipenuhi berbagai spekulasi yang mengaitkan kematian korban dengan kelompok geng motor, meski hingga kini belum ada kesimpulan resmi dari aparat penegak hukum.

Kepolisian Daerah Jawa Barat memastikan seluruh informasi yang beredar di media sosial, termasuk dugaan keterlibatan kelompok geng motor, masih didalami secara hati-hati. Penyidik menegaskan setiap dugaan harus dibuktikan melalui alat bukti dan proses hukum, bukan sekadar berdasarkan narasi yang viral di internet.

Baca juga: LIRA Soroti Dana Konsinyasi Rp5 Miliar, Pengosongan Lahan Laoli Diminta Ditunda 

Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Hendra Rochmawan mengakui pihaknya telah memantau sejumlah unggahan yang menampilkan wajah beberapa orang yang disebut-sebut berkaitan dengan kasus tersebut. Namun, polisi tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah. "Kami masih mengedepankan asas praduga tidak bersalah dulu ya, sebelum bukti permulaannya cukup kuat ini untuk memasukkan yang bersangkutan sebagai tersangka atau tidak," ujar Hendra.

Di sisi lain, Kepala Desa setempat turut meluruskan isu yang berkembang mengenai dugaan perselisihan antara korban dan kelompok tertentu. Menurut penuturannya, almarhum sebelumnya hanya sempat menanyakan soal coretan vandalisme bertuliskan inisial "RPM" dan "GBR" di sekitar tanggul serta meminta agar pelakunya menghapus tulisan tersebut, tanpa terjadi pertengkaran ataupun bentrokan.

Baca juga: Praperadilan Lodewyk Pusung Buka Fakta Baru, Kejagung Klaim Kantongi Empat Alat Bukti Dugaan Korupsi MBG 

Keterangan tersebut menjadi sudut pandang lain yang memperlihatkan bahwa informasi yang beredar di masyarakat belum tentu menggambarkan keseluruhan fakta. Karena itu, penyidik masih terus mencocokkan berbagai keterangan saksi, bukti digital, hingga hasil pemeriksaan lapangan sebelum menarik kesimpulan mengenai penyebab maupun pihak yang bertanggung jawab atas kematian Sumarna.

Kasus ini menyita perhatian publik sejak jasad korban ditemukan di kawasan Waduk Jatiluhur pada Jumat, 24 Juli 2026, masih mengenakan seragam satpam dengan kondisi tangan terborgol. Temuan tersebut memicu berbagai dugaan di masyarakat dan menjadi salah satu alasan penyelidikan dilakukan secara menyeluruh agar setiap fakta dapat terungkap secara objektif.

Baca juga: BRI Perkuat Peran dalam Program 3 Juta Rumah, Penyaluran KUR Perumahan Tembus Target Unit 

Hingga kini, kepolisian telah memeriksa sedikitnya 15 saksi, termasuk rekan kerja korban, serta mengumpulkan barang bukti dan menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi. Aparat mengimbau masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan ataupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, sembari menunggu hasil penyidikan resmi yang masih berlangsung. (*)

Halaman:

Tags

Terkini