"Masih status saksi semua," ujar IPTU Rahmat kepada MetroSelebes.com, Jumat malam (16/10/2026).
Penyidik juga telah mengamankan ikat pinggang yang diduga berkaitan dengan peristiwa kematian korban. Tim identifikasi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), sedangkan hasil pemeriksaan medis yang diharapkan dapat membantu menjelaskan penyebab kematian masih ditunggu hasilnya. "Belum keluar hasilnya," ujar IPTU Rahmat.
Baca juga: OTT Bupati Klaten, KPK Sita Rp1,9 Miliar dan Tong Biru Jadi Petunjuk Penyidikan
HR alias AN sebelumnya diamankan di Polsek Kajang setelah diserahkan warga terkait dugaan pencurian telepon seluler. Korban kemudian ditemukan meninggal dunia pada Selasa (13/10/2026) malam. Keluarga korban telah melaporkan dugaan penganiayaan yang mengakibatkan kematian, sehingga laporan tersebut perlu ditindaklanjuti secara menyeluruh.
Baca juga: Hashim Ungkap Rencana HP Gratis untuk Bansos, Siapa Penerimanya?
Dalam situasi ini, komitmen kepolisian untuk membuka fakta dan menindak anggota yang terbukti bersalah menjadi hal penting. Pada saat yang sama, proses pemeriksaan sedang berlangsung.
Publik menanti penyebab kematian HR alias AN alias Anto secara resmi dan terverifikasi. "Insyaa Allah kami akan update ke rekan-rekan media perkembangan resminya," tutup IPTU Rahmat. (*)
(Ris/Tif)
Artikel Terkait
Hashim Ungkap Rencana HP Gratis untuk Bansos, Siapa Penerimanya?
FH Unhas Jajaki Program S2 Hukum Bersama Kampus Australia, Mahasiswa Berpeluang Raih Dua Gelar Mulai 2027
OTT Bupati Klaten, KPK Sita Rp1,9 Miliar dan Ungkap Lima Klaster Dugaan Korupsi
Kejagung Tahan Bos PT CNI, Dugaan Korupsi Nikel Rp401 Miliar Masuk Babak Baru
Kematian Tahanan Polsek Kajang Diselidiki, 10 Personel Diperiksa Propam dan 16 Saksi Dimintai Keterangan