Inti berita:
• Sejumlah perusahaan afiliasi Semen Tonasa yang sangat bergantung pada aktivitas Semen Tonasa disebut mengalami tekanan bisnis.
• Penyebabnya disebut akibat kondisi pasar semen yang kurang kondusif dan persaingan yang semakin ketat.
METROSELEBES.com, MAKASSAR — Riuh aktivitas industri semen tak selalu menjadi tanda bahwa seluruh mata rantai bisnis di belakangnya berjalan mulus. Di tengah persaingan pasar yang semakin ketat, sejumlah perusahaan afiliasi PT Semen Tonasa (ST) disebut menghadapi tekanan usaha, terutama perusahaan yang aktivitas bisnisnya sangat bergantung pada operasional ST.
Informasi mengenai kondisi tersebut disampaikan seorang mantan karyawan salah satu perusahaan afiliasi. Kepada MetroSelebes.com, sumber tersebut menyebut situasi bisnis di sejumlah perusahaan afiliasi mulai mengalami kelesuan yang berpotensi semakin berat apabila kondisi pasar tidak segera membaik.
Menurut sumber tersebut, perusahaan yang paling rentan adalah afiliasi yang sebagian besar bidang kerjanya bergantung pada ST. Tonasa Lines (TL) dan PT Pelayaran Tonasa Lines/Topabiring disebut berada dalam kelompok yang menghadapi tekanan cukup besar karena ruang bisnisnya relatif terbatas pada ekosistem usaha ST.
“Yang paling terasa itu afiliasi yang sektor kerjanya hanya bergantung ke ST, seperti Tonasa Lines dan Topabiring,” kata sumber tersebut. Ia menilai tekanan tersebut membuat manajemen kedua perusahaan harus mencari langkah agar kondisi bisnis tidak terus memburuk.
Baca juga: Jhon LBF Siap Ganti Rp3,5 Miliar Kerugian Kasus Ruben Onsu, Ingin Persoalan Berakhir Damai
Kondisi berbeda disebut dialami sejumlah perusahaan afiliasi lain yang memiliki bidang usaha di luar lingkup ST. Biringkassi Raya (BR), misalnya, dinilai masih memiliki ruang usaha dari sektor lain sehingga tidak sepenuhnya bergantung pada kondisi bisnis ST. Begitu pula PKM yang disebut memiliki bidang usaha lain sebagai penopang aktivitas perusahaan.
Tekanan terhadap perusahaan afiliasi itu tak lepas dari kondisi bisnis ST sendiri. Sumber tersebut menyebut pasar semen saat ini belum sepenuhnya kondusif, sementara persaingan semakin ketat dengan hadirnya berbagai merek dari sejumlah produsen. Situasi itu disebut turut memengaruhi ruang gerak bisnis perusahaan-perusahaan yang berada dalam rantai usaha ST.
Meski demikian, informasi mengenai kondisi tersebut masih berasal dari keterangan seorang mantan karyawan dan belum menggambarkan secara menyeluruh kondisi keuangan maupun kinerja masing-masing perusahaan afiliasi.