DONGGALA, METROSELEBES.COM – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Donggala sejak Selasa siang hingga sore hari, 27 Mei 2025, menyebabkan banjir bandang di Desa Wombo, Kecamatan Tanantovea, menjadi wilayah yang terdampak paling parah.
Banjir bandang yang disertai lumpur dan material kayu menghantam pemukiman warga, fasilitas ibadah, serta sarana pendidikan.
Dari sejumlah video amatir yang beredar di media sosial seperti Facebook dan grup WhatsApp, terlihat derasnya arus air merendam jalan-jalan desa dan menerjang rumah warga.
Berdasarkan informasi dari warga di Desa Wombo berama Rio, akibat banjir bandang ini, banyak rumah mengalami kerusakan. Namun belum diketahui apakah ada korban jiwa atau tidak, karena hingga malam ini sejumlah warga masih mencari keluarganya.
"Kita belum tahu apakah ada korban jiwa atau tidak, tapi dari sore tadi ada beberapa yang cari keluarganya. Saat ini kita masih di rumah, karena khawatir ada banjir susulan," ujar Rio yang dihubungi malam ini, Selasa (27/05/2025).
Kepala SMP Negeri 2 Tanantovea, Ahmad Hitler, S.Pd., M.Si. dalam unggahan video yang dia kirim melalui WhatsApp yang diterima redaksi menunjukan bangunan sekolah SMP Negeri 2 Tanantovea di Wombo itu juga diterjang banjir bandang.
Dalam video terlihat sejumlah ruangan terendam lumpur dan kayu - kayu yang diawab oleh banjir.
“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa. Namun beberapa fasilitas sekolah mengalami kerusakan, seperti tiga ruang kelas dan ruang kantor. Kami sangat membutuhkan bantuan dari berbagai pihak, terutama dari Pemerintah Kabupaten Donggala dan Dinas Pekerjaan Umum, untuk membantu membersihkan lingkungan sekolah yang penuh lumpur dan puing,” ujar Ahmad Hitler dalam videonya.
Baca Juga: Korban Banjir Bandang Padang Bertambah Jadi 58 Jiwa, Pencarian dan Evakuasi Korban Masih Berlangsung
Dia berharap ada bantuan dari semua pihak serta dukungan dan bantuan, baik moril maupun materil, serta berharap musibah ini segera berlalu.
“Kami mohon doa dan dukungan dari semua pihak agar cobaan ini segera berakhir. Semoga ini juga menjadi perhatian serius dari pemerintah daerah,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih sibuk mencari keluarganya dan melakukan pembersihan di rumah masing - masing. ***