BANDUNG – METROSELEBES.COM - Kisah memilukan kembali mencuat dari RSUD Cibabat Cimahi, yang menjadi viral di media sosial setelah seorang pasien pengguna BPJS merekam kondisi pelayanan yang diduga lamban dan tidak manusiawi.
Dalam unggahan akun Facebook Babang AL Vlog, terlihat seorang pasien yang sedang berbaring di ranjang rumah sakit tanpa penanganan yang memadai, memicu gelombang reaksi dari netizen.
Unggahan tersebut menampilkan potongan video yang memperlihatkan suasana ruangan perawatan yang penuh sesak dan diduga minim pengawasan medis.
Baca Juga: MoU SDM Kopdes Merah Putih: Strategi Baru Perkuat Kemandirian Digital Desa
Sejumlah komentar menyuarakan kekesalan dan kekecewaan terhadap pelayanan BPJS, dengan pernyataan seperti “BPJS OH BPJS... sedih aeng” hingga “Kalau sudah seperti ini siapa yang bertanggung jawab?”
Kata “BPJS” menjadi sorotan utama di kolom komentar, menandakan keresahan publik terhadap sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
Sejumlah netizen juga menyoroti bahwa iuran BPJS dibayar secara rutin, namun pelayanan masih belum setara dengan ekspektasi masyarakat.
Baca Juga: Kapolda Sulteng Pimpin Upacara Hari Bhayangkara ke-79, Tegaskan Komitmen Polri untuk Rakyat
Sementara itu, berdasarkan data Komisi IX DPR RI pada awal 2024, BPJS Kesehatan menerima lebih dari 18.000 laporan keluhan masyarakat sepanjang tahun 2023, yang sebagian besar terkait layanan rumah sakit rujukan.
Dalam laporan Ombudsman RI juga disebutkan bahwa keterlambatan penanganan pasien BPJS sering kali dipicu oleh masalah administratif dan kurangnya tenaga medis di fasilitas layanan kesehatan daerah.
Menanggapi viralnya kasus RSUD Cibabat, sejumlah warganet mendesak agar Menteri Kesehatan turun tangan dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem dan pelayanan di rumah sakit daerah, khususnya yang melayani peserta JKN.
Baca Juga: Peringati Hari Bhayangkara ke-79, Wali Kota Palu Hadiri Upacara Bersama Forkopimda dan Masyarakat
Banyak pihak juga menyebut nama tokoh politik seperti Dedi Mulyadi untuk ikut membawa kasus ini ke ranah publik dan pemerintahan.
Jika tidak segera ada pembenahan, dikhawatirkan kasus seperti yang terjadi di RSUD Cibabat akan terus berulang dan meruntuhkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem Jaminan Kesehatan Nasional.